Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 05 Maret 2026
Komisi 1 DPRD Medan Gelar FGD

Partisipasi Pemilih Pilkada Rendah Akibat Calon yang Diusung Dikira Emas Ternyata "Kaleng-Kaleng"

- Senin, 29 Oktober 2018 11:26 WIB
353 view
Medan (SIB)- Anggota DPRD Medan Fraksi P Golkar Mulia Asri Rambe mengatakan, minimnya partisipasi pemilih pada beberapa pemilu tahun-tahun sebelumnya disebabkan para pemimpin yang terpilih tidak sesuai harapan masyarakat.  Calon yang disosialisasikan kepada masyarakat digadang-gadang sebagai sosok yang terbaik, padahal kinerjanya mengecewakan.

Hal itu diungkapkannya menanggapi pemaparan Ketua KPU Medan Agus Syah Damanik tentang rendahnya partisipasi masyarakat dalam Pemilu, di seminar sehari focus group discussion (FGD) yang digelar Komisi 1 DPRD Medan, Sabtu (27/10) di Hotel Grand Mercure Medan. 

Pada seminar itu terungkap bahwa partisipasi pemilih pada Pilkada Medan tahun 2015 adalah yang paling minim di Indonesia, yakni 25,38 persen.
"Sering calon pemimpin yang diperkenalkan kepada rakyat disebut emas, gak tahunya kaleng-kaleng. Akibatnya masyarakat bosan terhadap pemilu sehingga malas datang ke TPS," kata pria yang akrab dipanggil Bayek itu. 

Namun, pendapat Bayek tersebut ditentang oleh Ketua Fraksi P Demokrat Drs Herri Zulkarnain Hutajulu SH MSi. Menurutnya partainya telah menyeleksi ketat orang-orang yang akan maju jadi Caleg maupun calon kepala daerah.

Sementara, narasumber Muryanto Amin, pengamat sosial politik Sumut mengatakan, pencalonan kepala daerah atau Caleg, tergantung pada pengurus pusat Parpol. Akibatnya, sirkulasi elit Parpol dan bibit kepemimpinan di daerah menjadi terhambat. Rekrutmen juga dilakukan sangat tertutup dan terbatas, hanya diputuskan beberapa orang.

"Maka tidak heran jika seseorang tiba-tiba bisa diusung menjadi calon kepala daerah. Bahkan tidak jarang calon yang tidak mendaftar tapi diusung parpol. Selain itu, menggabungkan beberapa Parpol sekaligus bisa melahirkan calon tunggal. Padahal untuk menjadi kepada dinas saja, seseorang harus melewati banyak jenjang jabatan," terangnya.

Proses rekrutmen calon, lanjut Muryanto, masih  melahirkan multitafsir antara peserta maupun penyelenggara. Antara Bawaslu dan KPU juga sering berbeda pendapat menyangkut sah atau tidaknya persyaratan pencalonan. 

Turut hadir, Sekda Wirya Alrahman, Ketua Bawaslu Medan Payung Harahap, Ketua Komisi 1 DPRD Medan Andi Lumban Gaol SH, Sekretaris Komisi 1 H Zulkarnain Yusuf Nasution, Sekwan Abdul Azis. Ketua Komisi D Ir Parlaungan Simangunsong, Ketua BKD Abdul Rani, Drs Daniel Pinem, Ibnu Ubaidillah, Kuat Surbakti, Hj Hamidah, Wong Chun Sen dan Asmui Lubis. (A10/q)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru