Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 19 Maret 2026

Humbahas Wakili Sumut pada Lomba KIM Tingkat Nasional 2018 di Banten

- Senin, 29 Oktober 2018 12:16 WIB
342 view
Medan (SIB)- Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) "Martabe" asal Kabupaten Humbanghasundutan (Humbahas) berhak mewakili Sumatera Utara mengikuti Lomba KIM tingkat Nasional 2018 di Provinsi Banten bulan November mendatang. Pasalnya, kabupaten tersebut menjadi Juara I Lomba KIM se Sumut 2018 yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut pada Jumat (26/10) di Medan diikuti 14 kabupaten/kota di Sumut. 

Juara II diraih KIM D'Bandar Timur Company dari Tanjung Balai, disusul KIM DCM asal Kota Medan. Sementara Juara Harapan I diraih oleh KIM DD Company dari Kabupaten Deliserdang, KIM Bertuah dari Serdangbedagai (Harapan II) dan  KIM Sekata asal Nias Utara (Harapan III). 

Atas capaian tersebut, masing-masing KIM yang berada di bawah Diskominfo setempat berhak menerima piala sekaligus uang pembinaan. Juara I mendapat hadiah dari Diskominfo Sumut sebesar Rp 8 juta, Juara II Rp 7 juta, Juara III Rp 6 juta, Harapan I Rp 5 juta, Harapan II Rp 4 juta dan Harapan III senilai Rp 3 juta. 

Pada lomba tersebut, masing-masing kelompok dengan ciri khas daerahnya melakonkan adegan percakapan di atas panggung berisi informasi yang biasa diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Baik yang bersumber dari media sosial, internet, teknologi informasi, membahas soal kabar bohong atau hoaks yang sedang tren dewasa ini, hingga perkembangan kearifan lokal daerah mereka masing-masing.  

Gubernur Sumut diwakili Kadiskominfo Provsu HM Fitriyus menyampaikan, tujuan KIM digelar setiap tahun untuk membina dan memberdayakan, sehingga dapat menjadi wadah yang mencerdaskan masyarakat dan menyelaraskan program pemerintah.

"Tugas pemerintah bagaimana membina kelompok di masyarakat yang gunanya mengembangkan potensi sesama mereka. Apa yang bisa diinformasikan KIM ini bukan hanya informasi tentang pembangunan, tetapi juga informasi tentang kebutuhan mereka sesama KIM," katanya. 

Selain itu, lanjut dia, KIM berfungsi untuk meningkatkan harkat dan martabat pribadi dan kelompok itu sendiri, serta sebagai ujung tombak informasi bagi pemerintah secara langsung maupun orang perorang sehingga terhindar dari hoaks.

"Kehadiran KIM itu juga agar masyarakat melek teknologi. Contohnya seperti di Batubara ada kelompok tenunan yang bermasalah memperoleh benang. Karena teknologi, kelompok tersebut dapat membeli benang melalui internet. Sehingga tidak terkendala dan bingung lagi memperoleh benang. Juara I Lomba KIM se Sumut akan mewakili provinsi kita di tingkat nasional pada November 2018," pungkasnya. 

Ketua Panitia sekaligus Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Publik Diskominfo Provsu, Gadis Melani Rusli dalam laporannya menyebutkan, terdapat 14 KIM dari 14 kabupaten/kota yang ikut sebagai peserta pada lomba tersebut. 

Kata dia, KIM adalah kelompok yang dibentuk dari, oleh dan untuk masyarakat itu sendiri. "Ini kelompok yang mandiri. Kita tidak biayai, namun kita hanya memonitor mereka. KIM hadir untuk mengukur keberhasilan pemerintah," ucap dia. 

Dia mengatakan, kalau dulu informasi ini diperoleh dengan cara top-down atau dari atas ke bawah kini bottom-up atau dari bawah ke atas. "KIM ini untuk menjadi agen informasi pemerintah. Target dari kegiatan ini Provinsi Sumut minimal kecamatan memiliki KIM," imbuh dia. (A11/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru