Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 14 Februari 2026
Dari Diskusi ‟Cakap Anak Medan‟

Hoax Ancaman Serius, Harus Ditangani Serius

- Senin, 05 November 2018 10:14 WIB
434 view
Medan (SIB)  -Jati diri generasi milenial kini tergerus dedikasinya akibat hoax yang merajalela. Hoax sudah menjadi ancaman yang sangat serius dan harus ditangani secara serius.

Demikian dikatakan Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sumut, Soetarto yang tampil sebagai pembicara dalam Diskusi "Cakap Anak Medan" dengan tema "Membangun Generasi Milenial yang Cerdas, Kritis, dan Anti Hoax Menuju Indonesia Satu", di Warung Kebhinekaan Sagoe Kupie, Jalan Tuamang, Medan, Sabtu (3/11).

Pembicara lainnya adalah Rektor Universitas Darmawangsa Medan, Dr H Kusbianto SH MHum (Rektor Univ Darmawangsa) dan peneliti sejarah dan antroplog, Candiki Repantu SPdi Mant.

Acara dipandu Nezar Silabuhan, Wakil Ketua Bidang Propaganda dan Media DPD Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) Sumut.

Soetarto menjelaskan, penanganan hoax secara serius terutama dilakukan kepada kalangan generasi milenial dengan cara memberikan edukasi politik, sehingga generasi muda mampu menyaring setiap informasi yang beredar di masyarakat, terutama yang tersebar di media sosial.

Kusbianto menyoroti kurangnya pendidikan ideologi Pancasila di kalangan anak muda membuat generasi milenial mudah sekali terpengaruh ideologi-ideologi yang merusak tatanan kehidupan di negeri ini.

Oleh sebab itu, paparnya, harus ada rerientasi di kalangan generasi milenial, yang antara lain meliputi reideologi Pancasila, sehingga tidak mudah  termakan hoax.

Pada sisi yang berbeda, Candiki Repantu menyoroti sejarah Sumpah Pemuda, di mana banyak sekali andil anak muda Medan dalam mencetuskan semangat Sumpah Pemuda. Ia mengatakan, seharusnya generasi  milenial Medan dan Sumut pada umumnya tetap menjaga rel sejarah agar persatuan dan kesatuan negeri ini tetap terjaga.

"Generasi milenial Medan harus kembali ke khitahnya sebagai agent of change, mengawal sejarah Indonesia ke arah yang lebih baik lagi," ujarnya.

Ketua DPD Repdem Sumut, Martua Siadari, mengatakan, Diskusi "Cakap Anak Medan" merupakan agenda rutin diskusi Forum Komisariat DPD Repdem yang meliputi 13 komisariat kampus yang ada di Medan.

"Pak Djarot Syaiful Hidayat sedianya hadir, tetapi karena suatu hal maka beliau batal hadir, karena itu saya mewakili mas Djarot meminta maaf kepada rekan juang sekalian," ujarnya.

Ketua panitia diskusi, Ahmad Da'i Robi (Komisariat UINSU) mengatakan bahwa acara itu berjalan cukup sukses dan menjadi parameter bagi Forum Komisariat DPD Repdem Sumut guna membangun ruang-ruang diskusi untuk membuka wawasan generasi milenial di Kota Medan dan Sumut.

Acara itu melibatkan beberapa komisariat, di antaranya Komisariat Unimed, UMSU, USU, Nommensen dan UMA.

"Semoga acara Diskusi "Cakap Anak Medan" ini dapat diadakan secara rutin di waktu-waktu selanjutnya," ujarnya. (rel/R20/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru