Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 19 Maret 2026

Pemko Medan Lakukan Sejumlah Langkah Tangani Banjir dan Genangan Air

- Rabu, 07 November 2018 11:23 WIB
387 view
Pemko Medan Lakukan Sejumlah Langkah Tangani Banjir dan Genangan Air
SIB/Dok
Nota jawaban: Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi menanggapi Pemandangan Umum DPRD Medan pada Sidang Paripurna DPRD Medan tentang Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Medan Tahun Anggaran 2019, Selasa (6/11) di Gedun
Medan (SIB)- Pemko Medan telah melakukan langkah-langkah dalam penanganan masalah banjir yang terjadi di Kota Medan seperti  normalisasi saluran sekunder, melakukan fungsi  lubang inlet di jalan, melakukan gotong-royong bersama masyarakat serta unsur TNI dan POLRI untuk membersihkan saluran drainase atau parit serta berkoordinasi  dengan Balai Wilayah Sungai  (BWS) Sumatera II dalam rangka penanganan banjir.

Demikian Nota Jawaban Wali Kota Medan Drs  H  T  Dzulmi Eldin S  MSi  menanggapi Pemandangan Umum  DPRD Medan  pada Sidang Paripurna DPRD Medan tentang Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Medan Tahun Anggaran 2019 di Gedung DPRD Medan, Selasa (6/11).

Di samping itu Pemko Medan terus meningkatkan motivasi sumber daya aparatur melalui penegakan disiplin, pembangunan moral dan pengembangan profesionalisme agar semakin giat bekerja dalam mengatasi permasalahan genangan air di Kota Medan. Kemudian tetap mengimbau masyarakat agar menjaga saluran parit supaya tidak tumpat.

"Segala langkah dan cara sudah dilakukan guna meminimalisir terjadinya banjir yang terjadi di Kota Medan. Dengan upaya yang dilakukan, alhamdulillah beberapa titik permasalahan  genangan yang terjadi akan segera surut  kurang dari 1 jam apabila hujan reda dan luas daerah genangan semakin berkurang," kata Wali Kota.

Lebih lanjut wali kota mengungkapkan, penyebab tidak lancarnya aliran air terkadang bukan karena jeleknya konektivitas antara saluran tertier, sekunder dan premier, tetapi itu terjadi disebabkan oleh sudah penuhnya saluran premier yang mengakibatkan air di saluran primer tersebut masuk ke saluran sekunder.

Selain banjir dan genangan air, papar Dzulmi Eldin, Pemko Medan juga telah berupaya mengkaji penerapan kebijakan strategis yang akan melibatkan seluruh instansi terkait dan seluruh pemangku kepentingan, guna meminimalkan kemacetan lalu lintas dengan mengalihkan penggunaan kendaraan pribadi ke angkutan massal berbasis jalan melalui rencana pelaksanaan angkutan umum BRT (Bus Rapid Transit) dan berbasis rel melalui pelaksanaan pembangunan LRT (Light Rair Transit).

Jika BRT dan LRT beroperasi, wali kota berharap dapat mengurangi jumlah kendaraan pribadi di Kota Medan. "Di samping itu, kita juga melakukan  penataan parkir di badan jalan terus dilaksanakan bersama instansi terkait. Salah salah satu upaya yang dilakukan adalah menegakan peraturan Wali Kota Medan No 70 tahun 2017 tentang Tata Cara Pemindahan dan Penderekan, Penguncian, Penggembosan/Pengempesan Roda Kendaaraan,"  ungkapnya.

Selanjutnya menjawab pertanyaan terkait masalah pendidikan menyangkut pemberian beasiswa kepada siswa miskin, wali kota mengatakan, Pemko Medan terus berkomitmen dalam membangun pendidikan yang berkualitas, khususnya memberikan kesempatan yang sama bagi siswa yang kurang mampu. Kemudian pemberian bantuan perlengkapan sekolah dan beasiswa bagi siswa miskin tetap dialokasikan, tentu dengan optimalisasi pemanfaatan potensi yang tersedia.

Menyangkut hal ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan, jelas wali kota, Pemko Medan dengan optimalisasi potensi yang tersedia berusaha untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan, baik melalui penambahan sarana yang dibutuhkan maupun perbaikan yang sudah ada sebelumnya. Dengan begitu diharapkan mampu membantu sekolah dalam mewujudkan peningkatan kualitas pendidikan itu sendiri sebagai salah satu indikator penting dalam mewujudkan tercapainya mutu pendidikan yang berkualitas.

Selain itu, Wali Kota juga menanggapi terkait infrastruktur,  bahwa Pemko Medan secara berkesinambungan memprioritaskan anggaran yang ada untuk perbaikan infrastruktur, termasuk perbaikan taman dan lampu penerangan jalan umum, serta bekerja sama dengan pihak lain melalui dana CSR (Corporate Sosial Responsibility). (A07/d)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru