Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 04 Februari 2026
Komitmen Pemda di Sumut Rendah

Jurnalis Bentuk Forum Gerakan Peduli Keselamatan Ibu dan Anak

- Kamis, 08 November 2018 12:25 WIB
296 view
Medan (SIB) -Tingginya angka kematian ibu dan bayi baru lahir (neonatal) di Sumut membuat para jurnalis di Sumut yang difasilitasi USAID Jalin Project sepakat membentuk suatu forum gerakan yang mengampanyekan kesehatan ibu dan anak.

Demikian terungkap dari hasil media gathering yang dilakukan USAID Jalin Project dengan beberapa jurnalis media cetak, elektronik dan influencer di Kantor USAID-Jalin Regional North Sumatera, Jalan Panglima Nyak Makam Medan, Selasa (6/11).

Forum itu sendiri digagas oleh salah satu peserta, Zulfikar Tanjung. Menurutnya forum itu penting untuk menyamakan visi para jurnalis di Medan untuk mengampanyekan kesehatan ibu dan anak. Dari forum itulah para jurnalis memiliki wadah untuk terus melakukan kegiatan yang sifatnya peduli dengan kesehatan ibu dan anak.

"Dari data-data USAID-Jalin mengedukasi pembaca untuk peduli kesehatan ibu dan anak. Saya kira USAID bisa menjadi tim kreatifnya," kata Zulfikar.

Masukan itu juga didukung jurnalis lainnya dan disambut oleh pihak USAID. Keinginan yang sama juga disampaikan USAID Jalin Project. "Kita berharap kawan-kawan jurnalis bisa memberikan space informasi khususnya kesehatan ibu dan anak kepada publik. Forum ini pula yang kami harapkan dapat dibentuk dari pertemuan ini. Seperti di Jawa, ada juga forum yang peduli dengan kesehatan ibu dan anak. Di Sumut kita bisa membuatnya dengan gerakan #SumutBersalin misalnya," kata Nasril Amris Lubis, Sr Regional Officer USAID Project. 

Hadir juga dalam acara itu perwakilan USAID Jalin lainnya yakni Zul Fadhli dan dr Eka Dewi Srituti Mulyati, Regional M&E Officer. Kepada wartawan dr Eka menyebutkan bahwa tingginya angka kematian ibu dan bayi baru lahir di Sumut dikarenakan komitmen pemerintah daerah masih rendah menangani kesehatan ibu dan anak.

"Kemudian leadership juga menjadi masalah. Karakter orang-orang di Sumut juga cukup beda. Dan terakhir ada memang membuat perencanaan, tapi mungkin perencanaannya tidak sesuai data," katanya.

Berbicara permasalahan kematian ibu dan bayi sendiri merupakan permasalahan yang kompleks. Bukan hanya dari terbatasnya dokter spesialis di pedesaan dan fasilitas persalinan, fasilitas lainnya juga menjadi kendala, seperti pola pikir masyarakat dan infrastruktur di daerah yang juga masih buruk.

Di Sumut sendiri dari data 2016 disebutkan bahwa ada 239 kasus kematian ibu di Sumut, 50 persen kematian terjadi di 10 kabupaten/kota. Mandailingnatal merupakan kabupaten tertinggi angka kematian ibunya. Kemudian disusul Deliserdang, Asahan, Langkat, Batubara, Tapteng, Labuhanbatu, Nias Barat dan Padangsidimpuan. Jika dirata-ratakan setiap minggunya ada lima orang ibu dan bayi baru lahir yang meninggal di Sumut.

Melihat data itulah kata dr Eka Dewi penting dilakukan kampanye terus menerus untuk menyosialisasikan kesehatan ibu dan bayi kepada masyarakat di Sumut. (rel/A12/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru