Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 10 Maret 2026

800 Petugas Gereja Katolik Beroleh Honor dari Pemko Medan

- Kamis, 15 November 2018 11:02 WIB
698 view
Medan (SIB)- Delapan ratus petugas gereja Katolik di Medan sudah mendapat honor dari Pemerintah Kota (Pemko) Medan. Besaranya Rp200 ribu per orang dan pemberiannya enam bulan berjalan. Jumlah 800 petugas itu mencakup Petugas & Ketua Lingkungan Gereja Katolik Kota Medan.

Demikian nukilan isi laporan Drs Hendrik Halomoan Sitompul MM kepada para Pastor Paroki, Pengurus Dewan Pastoral Paroki dan Dewan Pastoral Stasi, Rabu (14/11). "Pada Oktober, kegiatan akbar terkait keimanan dan kekatolikan adalah Lomba Pemazmur Umat Gereja Katolik se-Kota Medan yang diadakan di Chatolic Centre," jelas anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Medan tersebut yang baru pulang membawa rombongan Pesparani Katolik di Ambon dengan Ketua Panitia Drs Henry Jhon Hutagalung SH MH tersebut.

Hendrik Sitompul menjelaskan, honorarium untuk petugas urusan kekatolikan itu ditransfer kepada pengurus gereja yang pemegang rekening yang diusulkan masing-masing pastor paroki. "Adapun jumlah yang ditransfer masing-masing Rp200 ribu x 6 bulan untuk Januari - Juni 2018. Untuk Juli - Desember 2018 atau 6 bulan kemudian, bakal ditransfer pada Januari 2019," jelasnya.

Hendrik Sitompul menjelaskan, pemberian honorarium tersebut ditampung di APBD Kota Medan untuk para pekerja gereja seperti penatua/sintua untuk Kristen Protestan dan para ketua lingkungan gereja Katolik sebesar Rp15 miliar. Anggaran itu termasuk bantuan untuk ustadz, ustadzah dan khatib Jumat mesjid di Kota Medan. "Bersama anggota dewan lainnya yakni Henry Jhon Hutagalung, Andy Lumbangaol, Maruli Tua Tarigan, Modesta Marpaung dan Beston Sinaga memerjuangkan hal itu untuk membantu kesejahteraan para pekerja gereja. Awalnya hanya Rp5 miliar namun setelah beberapa lama dibahas dan akhirnya sampai finalisasi, barulah anggaran Rp 15 miliar itu disetujui dan ditampung dalam APBD 2018," jelas Hendrik Sitompul.  "Selama ini, ini kita nilai para pelayan gereja kurang mendapat perhatian dari pemerintah, termasuk kesejahteraannya," tambah suami Ir Rospita Hutagalung MM tersebut.

Ia mengatakan, bersama sejumah anggota DPRD Medan lainnya khususnya yang beragama Katolik, pihaknya akan kembali memerjuangkan kebutuhan para pelayan lainnya untuk menambah ilmu pengetahuan, seperti buku-buku dan juga bimbingan baik secara rohani dan umum. Walaupun saat ini anggarannya masih terbatas, lanjutnya, setidaknya sudah ada perhatian Pemko Medan kepada para guru. "Kiranya kerja sama dan upaya tersebut bermakna dalam meningkatkan moral kekatolikan," tutup Hendrik Sitompul. (R10/h)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru