Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 22 Februari 2026

Nyaris Tidak Ada Guru ASN di SDN 057236 Kebunubi Langkat

Redaksi - Senin, 17 Februari 2020 11:55 WIB
101 view
Nyaris Tidak Ada Guru ASN di SDN 057236 Kebunubi Langkat
Foto: SIB/Dok
Ilustrasi
Pangkalansusu (SIB)
Sekolah Dasar Negeri (SDN) 057236 Kebunubi di Desa Pangkalansiata, Kecamatan Pangkalansusu Kabupaten Langkat nyaris tidak ada guru berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mengajar di sekolah ini.

Hanya Kepala Sekolah (Kepsek) yang bestatus ASN. Sedangkan sejumlah tenaga pengajar yang juga menjadi wali kelas mulai dari kelas I hingga kelas VI itu ditangani sejumlah guru non ASN.

“Ironisnya, tak seorang pun di antara guru non ASN tersebut yang memiliki disiplin ilmu kependidikan, tapi hanya tamatan SMA sederajat”, ujar pemerhati pendidikan di Pangkalansusu, Chairuddin kepada SIB, Minggu (16/2).

Kini, sebanyak 98 siswa SDN 057236 Kebunubi, Desa Pangkalansiata yang tergolong desa tertinggal itu nyaris hanya ditangani guru non ASN. Kondisi itu menjadi keprihatinan orangtua siswa.

"Bagaimana mungkin mutu pendidikan bisa berjalan seperti yang diharapkan, kalau tenaga pengajar berlatar belakang pendidikan non keguruan, ironis kan," kata Chairuddin.

Meski anak-anak sekolah berdomisili di desa tertinggal, lanjutnya, tapi sama haknya seperti murid di sekolah negeri lainnya di Indonesia, untuk mendapatkan ilmu yang sesuai standar pemerintah.

Seharusnya peserta didik yang tinggal di pelosok desa itu, kata dia perlu lebih diperhatikan Pemkab Langkat untuk segera memutasikan minimal dua guru ASN dengan harapan proses belajar/mengajar lebih baik lagi ke depan di sekolah itu.

Sebelumnya, Kasek SDN 057236 Kebunubi, Suroso didampingi guru non ASN bernama Nasir yang dikonfirmasi SIB di ruang kerjanya, mengaku ada sejumlah guru non ASN yang membantu mengajar 98 siswa di sekolah tersebut.

Disinggung, apakah sebelumnya tidak ada guru berstatus ASN di sekolah itu, menurutnya, dulu ada tiga guru PNS termasuk dirinya. “Tapi bagaimana kemudian, dua guru bisa dipindahkan ke sekolah lain,” ucapnya.

Sebagai Kasek, dia mengaku telah melaporkan kekurangan guru ASN di sekolahnya, bahkan jauh sebelumnya dirinya menjabat, Kasek lainnya pun telah membuat laporan yang sama ke Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat, ucap Suroso. (M25/c)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru