Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 22 Februari 2026

Rencana Tol Dalam Kota Medan Masih Tahap Studi Kelayakan

* Konsorsium Minta Peta Tanah ke Pemko
Redaksi - Rabu, 19 Februari 2020 11:03 WIB
656 view
Rencana Tol Dalam Kota Medan Masih Tahap Studi Kelayakan
ekonomi.bisnis.com
Ilustrasi
Medan (SIB)
Hingga saat ini, rencana pembangunan jalan tol dalam Kota Medan masih tahap studi kelayakan (feasibility study) . Pihak konsorsium disebutkan telah meminta data peta tanah kepada Pemko Medan untuk memetakan daerah-daerah mana saja yang akan melewati jalur tol dalam kota tersebut.

“Sejauh ini masih feasibility study, tapi mereka sudah meminta kepada Pemko Medan data peta tanah. Karena pajak bumi bangunan kan sudah sama Pemko Medan. Sudah pakai drone juga mereka memetakannya," ucap Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sumut, Effendy Pohan kepada wartawan di Medan, Selasa (18/2).

Hanya saja, Effendy tidak bisa menyebutkan secara rinci rute-rute (titik-titik) yang akan menjadi jalur tol dalam kota tersebut. "Itu nanti ada masanya. Konsorsium nanti yang menjelaskan kepada Pemprov Sumut dan Pemko Medan serta kita semua," sebutnya.

Dia memastikan bahwa diminimalisir bahwa rute-rute tersebut bakal menggusur lahan masyarakat. Atas dasar itulah pentingnya data peta tanah tersebut diminta. "Dia kan ada tiga seksi. Untuk seksi I dari Helvetia â€" Titikuning sepanjang 14,28 km itu kayaknya tidak banyak melakukan penggusuran, karena kemungkinan tiangnya akan ada di media jalan," katanya.

Untuk seksi III, yakni Titikuning-Amplas sepanjang 4,25 Km. Jalur ini juga diprediksi tidak sampai menggusur banyak rumah warga karena hanya memakan media jalan. Sementara jalur yang menarik ialah pada jalur seksi II yakni Titikuning â€" Pulobrayan sepanjang 12,84 km.

"Ini yang nantinya melewati Sungai Deli. Mungkin di sini ada proses pengusuran tersebut. Ini nanti yang akan kita hitung lagi. Nanti konsorsium yang menyampaikan mana saja yang harus digusur," sebutnya.

Menurut dia, seluruh pendanaan program tol dalam kota itu murni dibiayai konsorsium senilai Rp7 triliun. Konsorsiumnya ada empat, yakni PT CMNP, PT Adhi Karya dan PT Wijaya Karya (WIKA) serta PT SMJ. Hingga saat ini pihak konsorsium juga masih melakukan proses perhitungan investasinya. "Berapa jumlah totalnya, kemudian investasinya balik berapa lama, semua lagi dihitung," ucapnya.

Jika studi kelayakan tersebut tidak bisa selesai dilakukan Februari ini sesuai jadwal, kata dia, maka kemungkinan untuk groundbreaking akan ditunda. "Tapi diusahakan groundbreakingnya dalam waktu dekat sehingga bisa digunakan warga Sumut di 2023 mendatang. Karena dari Kementerian PU kita ada high level meeting untuk menjawab kapan ini, tetapi dalam tahun ini tetap dilaksanakan dalam program mereka. Untuk perubahan jadwal ini, saya tidak bisa tentukan kapan. Tunggu konsorsium menyampaikannya ke kita kapan," ucapnya.(M11/c)

SHARE:
komentar
beritaTerbaru