Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 22 Februari 2026

Layanan Lumpur dan Tinja Diluncurkan di Medan

Redaksi - Rabu, 19 Februari 2020 11:35 WIB
233 view
Layanan Lumpur dan Tinja Diluncurkan di Medan
Foto: SIB/Dok
Letakkan Tangan : Gubernur  Sumut Edy Rahmayadi (nomor 3 dari kiri) beserta unsur Forkopimda Sumut meletakkan telapak tangan pada monitor menandai peluncuran Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (L2T2) dan Layanan Lumpur Tinja Tidak Terjadwa
Medan (SIB)
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi meluncurkan secara resmi Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (L2T2) dan Layanan Lumpur Tinja Tidak Terjadwal (L2T3) di Rumah Dinas Gubernur Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41 Medan, Selasa (18/2).

L2T2 dan L2T3 ini merupakan program pelayanan PDAM Tirtanadi untuk menyedot tinja dari septic tank (tangki septik) milik masyarakat di Kota Medan dan sekitarnya. Untuk L2T2, dilakukan dengan cara dijadwal berdasarkan lokasi dan waktu. Sementara untuk L2T3 adalah layanan yang sifatnya tidak berdasarkan waktu, seperti kondisi saluran limbah yang tumpat sehingga harus segera dibersihkan.

Dalam pesannya, gubernur meminta agar program ini diperkuat dengan sosialisasi ke masyarakat. “Sumut saat ini harus banyak berbenah, khususnya kepada sistem pengelolaan air. Masih banyak rakyat yang belum menikmati air bersih. Untuk itu saya mau nanti ini (program L2T2/L2T3) disosialisasikan agar rakyat paham,” ujar gubernur dalam arahannya.

Menurutnya, layanan dan pengolahan air limbah sudah menjadi tuntutan di kota besar. Bahkan di negara-negara maju, pengolahan air serta limbah menjadi berguna sudah dilakukan sejak lama. Karenanya harus ada langkah nyata dari PDAM Tirtanadi dan pemerintah agar Indonesia, khususnya Sumut mampu mengolah limbah menjadi berguna kembali.

Dengan pengelolaan ini lanjut Edy, masyarakat tidak lagi membuang limbah rumah tangga ke sungai, terutama di kawasan pedesaan yang masih mengandalkan sungai sebagai tempat beraktivitas mandi, cuci, kakus (MCK). Sebab baginya saat ini semua potensi yang ada seperti ketersediaan air, harus bisa dikelola bagi kemaslahatan umat.

Direktur Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman, Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR Prasetyo menyampaikan bahwa kunci utama pengelolaan limbah domestik yang didorong pemerintah pusat itu adalah pelayanan. Artinya apa yang dilakukan PDAM Tirtanadi tidak hanya dilihat dari bagaimana baiknya infrastruktur yang disiapkan. "Tetapi bagaimana mampu dan optimal memberikan manfaat. Sehingga hasilnya dapat diolah dan limbahnya bisa aman dibuang. Karena itu, program layanan ini semoga bukan seremoni semata, melainkan langkah awal,” katanya.

Sementara Direktur Utama PDAM Tirtanadi Trisno Sumantri menyampaikan bahwa saat ini sejumlah negara di dunia telah memberikan perhatian kepada Indonesia dalam hal pengolahan air limbah dan sanitasi.

Seperti Amerika Serikat melalui USAID atau program IUWASH+, memberi perhatian untuk membangun tangki septik yang aman. “Ada Jepang dan Malaysia yang juga mau bekerja sama untuk pengelolaan air limbah di Sumut. Begitu juga Australia yang memberikan bantuan hibah saluran perpipaan limbah sebanyak 1.000 saluran pasang baru. Kami juga terus bekerja 24 jam dalam rangka meningkatkan layanan kepada masyarakat,” jelasnya.

Acara peluncuran tersebut ditandai penekanan layar oleh gubernur bersama unsur Forkopimda dan Dirut PDAM Tirtanadi. Untuk layanan sendiri akan dimulai dari Rumah Dinas Gubernur Sumut. Selanjutnya akan dibawa ke Instalasi Pengolahan Limbah di Cemara. (M11/q)

SHARE:
komentar
beritaTerbaru