Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 21 Februari 2026
Jelang hari Pernikahan

Untung Ginting Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Belimbing di Pancurbatu

Redaksi - Kamis, 20 Februari 2020 12:06 WIB
1.139 view
Untung Ginting Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Belimbing di Pancurbatu
Foto: SIB/Dok
KEDIAMAN: Jenazah Untung Ginting Manik saat tiba di kediaman keluarga disambut histeris, Rabu (19/2). 
Pancurbatu (SIB)
Seorang warga Dusun V Desa Namoriam, Kecamatan Pancurbatu, Kabupaten Deliserdang, Untung Ginting Manik (31) ditemukan tewas tergantung di pohon belimbing di perladangan milik Hendri Ginting di Dusun Lau Lembu, Desa Pertampilen, Kecamatan Pancurbatu, Rabu (19/2) siang.

Motif kematian pria yang bekerja di PT Adil Bersama Indra itu masih dalam penyelidikan petugas Polsek Pancurbatu. Namun, ada juga dugaan Untung bunuh diri karena ada perselisihan paham dengan calon isterinya.

Data yang diterima dari lapangan, jasad korban pertama kali ditemukan Ayu Apriani Br Sembiring (25) warga Desa Kayu Embun, Kecamatan Namorambe, Kabupaten Deliserdang, sekira pukul 11.30 WIB. Siang itu, saksi bersama sejumlah warga mencari Untung Ginting Manik yang sejak Selasa (18/2) malam sekira pukul 21.00 WIB tidak pulang ke rumah.

Ketika memasuki perladangan milik Hendri Ginting atau paman korban, Ayu Sembiring kaget melihat pria yang akan menikahinya, Kamis (20/2) ini sudah meregang nyawa dengan posisi tergantung di pohon belimbing. Seketika itu juga, saksi langsung menjerit histeris, hingga mengundang perhatian warga lainnya.

Temuan tersebut dilaporkan kepada keluarga korban dan warga sekitar, dan diteruskan ke Polsek Pancurbatu. Tak lama kemudian, Timsus Reskrim Polsek Pancurbatu turun ke lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Dari saku celana korban, petugas menemukan satu unit HP dan sebilah pisau cutter. Tak jauh dari jasad korban juga ditemukan sepeda motor Honda Vario yang dibawa korban. Atas permintaan keluarga, jenazah korban langsung dievakuasi ke rumah duka.

Salah seorang keluarga korban bernama Tukir yang ditemui wartawan di rumah duka mengaku, sangat terkejut saat mengetahui keponakannya (korban) nekat bunuh diri. Padahal, sepengetahuannya selama ini, korban tidak terlihat ada masalah.

"Memang kesehariannya, almarhum dikenal sebagai sosok pria pendiam. Jika kita bertemu, dia hanya berbicara seperlunya saja, makanya kami keluarganya sempat tak percaya dia sampai nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri," ungkap Tukir.
Pada Rabu (18/2) malam sekira pukul 21.00 WIB, korban sempat menulis curahan hatinya di Facebook yang isinya, 'jangan pernah kalian menyalahkan dia, karena sampai mati pun aku menyayangi dia'.

"Kami tidak tahu pasti kepada siapa ditujukan korban curahan hatinya itu. Cuma kami sempat mendengar, kalau sehari sebelum meninggal, korban sempat berselisih paham dengan calon isterinya," timpal keluarga korban lainnya.

Kapolsek Pancurbatu AKP Dedy Dharma Piliang SH didampingi Kanit Reskrim Iptu Suhaily A Hasibuan SH MH mengatakan, motif kematian korban murni akibat bunuh diri, dan bukan akibat penganiayaan.

"Motifnya jelas karena bunuh diri, dan bukan akibat penganiayaan. Sebab, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di sekujur tubuh korban. Mengenai apa latar belakang yang mendasari korban nekat gantung diri, belum diketahui secara pasti," ujarnya.
AKP Dedy Dharma menjelaskan, kalau jasad korban tidak diotopsi dan langsung disemayamkan ke rumah duka atas permintaan keluarganya, setelah membuat surat pernyataan tidak keberatan. (M17/d)

SHARE:
komentar
beritaTerbaru