Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 21 Februari 2026

Anggota Fraksi Gerindra DPRD Deliserdang Galau Sikapi Kegiatan Reses

Redaksi - Kamis, 20 Februari 2020 12:15 WIB
120 view
Anggota Fraksi Gerindra DPRD Deliserdang Galau Sikapi Kegiatan Reses
anambaskab.go.id
Ilustrasi
Lubukpakam (SIB)
Keputusan Pimpinan Fraksi Gerindra DPRD Deliserdang yang menolak mengikuti kegiatan reses tahap I ternyata membuat sebagian anggotanya galau. Salah satu anggota fraksinya, Mangadar Marpaung menyebut tidak mungkin juga dirinya tidak melaksanakan reses karena kegiatan itu momen yang tepat untuk menyerap aspirasi masyarakat konstituennya.

"Mau reses lah saya ini kayaknya, karena reses ini kan di daerah pemilihan masing-masing. Kadang warga ini kan datang ke rumah dan ketemu di jalan. Maksudku terpaksalah melakukan reses juga nanti. Kan banyak juga aspirasi yang mau ditampung, dilihat dulu lah waktunya ini," ujar Mangadar Marpaung kepada wartawan, Rabu (19/2).

Ia membantah kalau dirinya dianggap tidak kompak dengan rekan-rekannya yang lain di Fraksi Gerindra yang memutuskan untuk “memboikot” reses dan telah membuat surat ke Sekretariat DPRD untuk tidak melakukan kegiatan reses. Secara pasti Mangadar tidak tahu apakah ketuanya akan keberatan atau tidak, jika ia melakukan reses. Dalam hal ini yang harus diutamakan katanya adalah aspirasi masyarakat.

"Reses ini kan enggak ada hubungannya sama Banmus (Badan Musyawarah). Aspirasi masyarakat ini kan perlu diperjuangkan. Kalau kawan-kawan yang lain (Fraksi Gerindra), saya juga belum tau apakah reses juga atau tidak. Untuk masalah AKD (Alat Kelengkapan Dewan) kita masih satu jalan, belum sependapat kita sama fraksi lain," terang Mangadar Marpaung.

DEMOKRAT KONSISTEN TAK RESES
Sementara itu anggota Fraksi Demokrat DPRD Deliserdang, dr Soufi Rizal Husni menyebut kalau fraksinya masih konsisten untuk tidak melakukan kegiatan reses. Meski pada kegiatan reses ada hak-hak dewan berupa tunjangan, namun ia mengaku siap untuk tidak mendapatkannya. Menurutnya, hal ini sebagai bentuk komitmen mereka bersama.

"Saya tidak reses dan tidak akan saya gunakan uang saya itu. Tidak masalah kalau memang seperti itu (tak ikut reses tahap pertama maka sampai tahap II dan III pun tak bisa juga). Kita punya prinsip juga. Saya pribadi menyayangkan saya tidak ikut reses, sebenarnya ya sayang karena ada dana yang hak saya untuk dapat digunakan kepada konstituen saya. Demokrat tidak ada yang reses karena kami komit untuk itu," kata Soufi.

Meski tidak ikut dalam kegiatan reses namun anggota dewan yang sudah dua periode duduk itu mengaku masih ikut dalam kegiatan Musrenbang tingkat kecamatan. Soufi mengaku masih mengikuti kegiatan Musrenbang di Kecamatan Labuhandeli. Ia berharap agar ke depan dewan masih bisa duduk bersama untuk mendapatkan kesepakatan yang berdasarkan musyawarah mufakat.

"Ya saya tanyalah sama kalian, menurut kalian sah atau tidak AKD sekarang ini? Kita punya prinsip jangan sampai juga ada temuan-temuan nanti. Kalau Musrenbang saya ikut ya pakai dana pribadi. Ya inikan supaya bagaimana hak-hak masyarakat bisa kita tampung berdasarkan pokok pikiran sehingga pokok pikiran itu bisa kami sampaikan pada e planning dan kepada Pemerintah Kabupaten supaya dieksekusi nanti," terang Soufi.

Agenda reses yang dilakukan DPRD Deliserdang terjadwal mulai tanggal 17 Februari sampai 21 Februari. Jadwal reses tahap I ini ditentukan oleh Banmus yang merupakan bagian dari AKD, namun dua fraksi yaitu Gerindra dan Demokrat pun sempat menyatakan diri untuk tidak melakukannya.

Pihak Sekretariat DPRD Deliserdang telah menyatakan jika pada saat reses tahap I tidak ikut reses maka untuk reses tahap II dan III tahun anggaran tidak bisa lagi melaksanakannya. (T05/q)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru