Sergai (SIB)
Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia, H Syahrul Yasin Limpo berkunjung ke Kabupaten Serdangbedagai (Sergai) dalam rangka melaunching program "Sapi Kerbau Andalan Komoditas Negeri (Sikomandan) dan meninjau panen pedet (anakan sapi) di Kompleks Masjid Agung Sergai di Desa Firdaus, Kecamatan Seirampah, Kamis (20/2) sore.
Rombongan Mentan disambut Gubernur Sumut diwakili Sekdaprov Hj Sabrina bersama Bupati Sergai H Soekirman dan unsur Forkopimda, Sekdakab HM Faisal Hasrimy beserta para Kepala OPD, Ketua TP PKK Hj Marliah Soekirman, Ketua GOPTKI Hj Rosmaida Darma Wijaya, Ketua DWP Uke Retno Wahyuni Faisal Hasrimy, serta kelompok tani dan ternak Sergai.
Menteri Pertanian juga meninjau seribuan ekor pedet (anak sapi) yang telah dikumpulkan di lokasi yang merupakan hasil inseminasi buatan yang selama ini telah digalakkan di Kabupaten Sergai.
Selain itu, Mentan juga menyerahkan bantuan kredit usaha rakyat (KUR) yang dikucurkan pihak perbankan kepada peternak, menyerahkan polis asuransi dan klaim asuransi ternak, menyerahkan bantuan benih padi dan kopi serta alat mesin pertanian kepada petani.
Mentan H Syahrul Yasimn Limpo menyatakan apa yang dilakukan ini adalah panggilan rasa kebangsaan Indonesia untuk menghadirkan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia dengan hari esok yang lebih baik dari hari ini.
"Jika hanya melihat sapi 1000-2000 ekor sapi adalah hal yang gampang dilakukan. Akan tetapi, untuk membangun kemauan, membangun semangat, membangun sebuah visi, serta untuk menghadirkan sebuah daerah yang memiliki potensi yang memanfaatkan alam, merupakan harga yang sangat mahal, seperti yang saya temui di Sergai ini," ungkapnya.
Dikatakannya, masyarakat Sergai adalah masyarakat yang sudah terbiasa dengan hawa aroma dan nafas yang berkaitan dengan pertanian dan peternakan, perkebunan serta perikanan. Untuk itu, dia mengharapkan bupati beserta unsur Forkopimda agar mengatur serta mempertemukan kekayaan alam dan kemampuan masyarakat dengan upaya yang maksimal.
"Tidak ada orang di dunia yang tidak membutuhkan pertanian, yang tidak membutuhkan makanan. Sergai sebagai bagian dari Indonesia, memiliki pilar-pilar kekuatan bangsa. Dan kekuatan itu adalah kekuatan pertanian," tegasnya.
Mentan juga mengajak jajaran pemerintah provinsi maupun kabupaten untuk lebih kuat dan lebih dahsyat lagi dalam bekerja dan membina masyarakat. Memupuk semangat kebersamaan dan kekompakan antara masyarakat dengan pemerintah, selanjutnya antara TNI dan Polri beserta jajaran lainnya, untuk memberikan ruang lebih luas dalam mengurusi rakyat.
"Demikian juga dengan para peternak yang ada di sini. Kehadiran 200 kelompok ternak diharapkan memiliki kemampuan yang lebih baik ke depannya dan kepada pihak perbankan yang telah membina masyarakat, kami ucapkan terima kasih," ungkap Mentan Syahrul Yasin Limpo.
Sementara itu, dalam sambutan tertulis yang dibacakan Sekdaprov, Hj Sabrina, Gubernur Sumut menyampaikan pembangunan pertanian di Provinsi Sumut mempunyai peranan yang cukup strategis dalam mewujudkan visi dan misi Provinsi Sumut tahun 2018-2023 yaitu Sumut yang maju, aman dan bermartabat.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut juga telah melakukan langkah-langkah strategis guna memotivasi para petani dan peternak untuk berinovasi dalam pengembangan sektor peternakan dan pertanian sebagai upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sedangkan untuk memenuhi kecukupan pangan asal ternak, Pemprov Sumut telah melakukan upaya peningkatan populasi dan produktivitas ternak melalui berbagai program antara lain optimalisasi reproduksi pada ternak sapi dan kerbau melalui kegiatan inseminasi buatan, akses pembiayaan bagi pelaku usaha peternakan, perlindungan dan pemberdayaan petani, serta perbaikan infrastruktur peternakan.
"Dalam rangka meningkatkan populasi dan produktivitas ternak, telah dicanangkan program upaya khusus sapi dan kerbau induk wajib bunting/hamil yang dimulai sejak tahun 2017. Dan ini semakin dikuatkan dengan program sapi dan kerbau komoditas andalan negeri (Sikomandan)," jelas Gubsu sebagaimana disampaikan Hj Sabrina.
Sebelumnya Bupati Sergai, Ir H Soekirman memaparkan kondisi wilayah Sergai yang merupakan kabupaten agraris yang dikelilingi perkebunan, baik perkebunan pemerintah maupun perkebunan swasta. Bupati juga melaporkan program sapi kerbau indukan wajib bunting/hamil (Siwab). "Hasil program Siwab tersebut, hari ini ditunjukkan dengan panen pedet," ujarnya.
Selain itu, Soekirman juga menyampaikan berbagai keunggulan-keunggulan sektor pertanian, peternakan dan perkebunan lainnya yang ada di Kabupaten Sergai, termasuk pengembangan wisata tani, yang bertujuan untuk menambah penghasilan petani selain daripada yang bersifat meningkatkan produktivitas yang konvensional.
"Oleh karena itu, melalui kegiatan ini kami memohon bapak Menteri Pertanian kiranya berkenan memberikan bantuan untuk Kabupaten Sergai, baik itu penambahan tenaga penyuluh pertanian lapangan (PPL) maupun bantuan alat mesin pertanian, sehingga dapat mencapai semua target yang telah direncanakan," harap Soekirman. (T06/q)