Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 22 Februari 2026

Antisipasi Pemuda Pindah Gereja, Pimpinan GKPS Adakan Ibadah Pagi dan Siang

Redaksi - Minggu, 23 Februari 2020 10:56 WIB
322 view
Antisipasi Pemuda Pindah Gereja, Pimpinan GKPS Adakan Ibadah Pagi dan Siang
wordpress.com
Ilustrasi
Medan (SIB)
Mengantisipasi agar jemaat tidak pindah ke gereja lain, pimpinan pusat Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) membuka dua sesi ibadah setiap hari minggu. Ibadah pagi berbahasa Indonesia dan ibadah siang berbahasa Simalungun.

Hal itu dikatakan Ketua Sinode Bolon GKPS Kampungdurian St Jarusdin Saragih SSos kepada SIB, Jumat (21/2) ketika dimintai tanggapannya tentang adanya sejumlah jemaat gereja kesukuan yang pindah beribadah ke gereja lain seperti gereja persekutuan.

“Jadi saat ini sudah ada ibadah pagi dan siang. Ibadah pagi dengan berbahasa Indonesia mengundang pendeta dari lintas denominasi gereja untuk berkhotbah di gereja kita. Acara ibadah pagi itu juga sudah dilakukan dengan sistem modern dengan menggunakan alat musik seperti di gereja-gereja persekutuan, sehingga jemaat dapat memilih jadwal ibadahnya sesuai yang diinginkannya,” kata Jarusdin Saragih.

Diakui Jarusdin, memang sebelum ada program GKPS khusus di perkotaan membuka dua sesi beribadah, banyak pemuda khususnya mahasiswa yang tinggal di kos-kosan di kota yang pindah beribadah ke gereja persekutuan seperti beroperasi di plaza-plaza atau mal.

“Untuk mengantisipasi hal itu pimpinan pusat GKPS telah membuat program dengan metode ibadah pagi dan siang. Memang kalau tidak cepat diantisipasi, maka banyak pemuda GKPS yang pindah gereja lainnya, maka yang dirugikan adalah GKPS itu sendiri karena pemudanya banyak pindah beribadah,” katanya.

Jarusdin juga berharap ke depan agar GKPS menambah program pemuda dan sekolah minggu yang sudah ada seperti KKR, seminar, jalan-jalan, refreshing dan lainnya yang dapat menyatukan dan memerkokoh persaudaraan atau ‘sauhur dan sapangahapan’ bagi seluruh jemaat GKPS khususnya kepada generasi muda GKPS.

“Dengan adanya sikap ‘sauhur sapangahap’ ini dapat memersatukan pemuda GKPS, tidak mudah diajak masuk ke gereja lain. Karena pemuda dan sekolah minggu lah yang akan menjadi GKPS ke depan,” tutupnya. (M12/d)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru