Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 22 Februari 2026

Warga Medan Ngeluh Harga Gula Pasir Mahal

Redaksi - Senin, 24 Februari 2020 10:47 WIB
622 view
Warga Medan Ngeluh Harga Gula Pasir Mahal
industry.co.id
Ilustrasi
Medan (SIB)
Warga Medan mengeluhkan harga gula pasir sejak pekan lalu mahal. Sejak pekan lalu harga gula naik dari Rp 12.500 per kg menjadi Rp15.000 per kg.

Akibat kenaikan harga tersebut banyak pemilik kedai atau warung kopi di Medan menaikkan harga jual minumannya.
Menurut pantauan SIB, para pemilik kedai atau warung, Sabtu (22/2) dan Minggu (23/2) umumnya menaikkan harga jual antara Rp 1.000 hingga Rp 2.000 per gelas untuk kopi dan teh manis.

Misalnya kopi ukuran gelas kecil dari sebelumnya Rp4.000 menjadi Rp5.000 per gelas. Teh manis ukuran gelas besar Rp 4.000 jadi Rp5.000.

Teh manis dingin dari Rp 5.000 menjadi Rp6.000 per gelas. “Harga jual minuman itu dinaikkan akibat naiknya harga gula, dari Rp12.500 menjadi Rp15.000 per kg”,ungkap Nafi salah satu pemilik warung makan di kawasan Katamso Medan kepada SIB, Sabtu (22/2).

Sementara rumah makanan menengah ke atas juga menaikkan harga minuman lebih mahal lagi. Namun kenaikan tersebut tidak direspon serius dan dianggap lumrah oleh pembelinya.

Umumnya harga jual gula pasir tersebut dalam satuan kilogram, sedangkan gula dalam kemasan harganya lebih mahal lagi yakni Rp18.000 per kg.

Bahkan Sabtu pekan lalu ada sejumlah toko di kawasan Polonia tidak menjual gula pasir, stoknya kosong. "Gula pasir kosong belum masuk," ujar salah seorang penjaga toko itu kepada SIB.

Sementara itu, Humas Bulog Divre Sumut Karni kepada SIB saat memberi data bahan-bahan pokok, Jumat pekan lalu mengakui hanya gula pasir yang stoknya nihil di gudang Bulog. Sedangkan stok lainnya tersedia seperti beras, daging kerbau impor dan minyak goreng.

“Gula pasir yang dijual Bulog biasanya Rp12.500 per kg yakni pembelian dalam eceran.Sedangkan dalam jumlah besar harganya lebih murah lagi”, ujar Karni. (M2/c)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru