Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 22 Februari 2026

Sukseskan Program KB Pasca Persalinan, Bupati Sergai Diapresiasi Kepala BKKBN

Redaksi - Senin, 24 Februari 2020 11:07 WIB
262 view
Sukseskan Program KB Pasca Persalinan, Bupati Sergai Diapresiasi Kepala BKKBN
SIB/Dok
CENDERA MATA : Usai pertemuan, Kadis Kesehatan Sergai, dr Bulan Simanungkalit MM MKes menyerahkan cendera mata kepada Kepala BKKBN dr Hastono Wardoyo SpOG (k). 
Sergai (SIB)
Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), dr Hastono Wardoyo SpOG (k) mengapresiasi komitmen Bupati Serdangbedagai (Sergai), H Soekirman dan Wakil Bupati (Wabup) H Darma Wijaya dalam menyukseskan program Keluarga Bencana (KB) pasca persalinan.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Sergai, dr Bulan Simanungkalit MM MKes melalui pesan WhatsApp, usai melakukan pertemuan dengan Kepala BKKBN di kantor BKKBN di Jakarta, Jumat (21/2).

Bulan menjelaskan, kunjungan tim Dinas Kesehatan Sergai ke BKKBN dalam rangka menyampaikan komitmen Bupati dan Wabup Sergai untuk menyukseskan program KB pasca persalinan, sebagai salah satu cara menurunkan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) serta Stunting.

Bulan bersama tim juga melaporkan, dari 20 Puskesmas yang ada di Sergai, terdapat 6 Puskesmas yang sudah dilatih untuk menyukseskan program tersebut, yaitu dengan melakukan KB pasca persalinan untuk menurunkan AKI, AKB serta memantau kelahiran. "Selain itu, kami juga melaporkan bahwa Bupati Sergai telah mengeluarkan peraturan bupati (Perbup) untuk persalinan di Faskes. Dan Perbup ini sangat bersih," terang Bulan.

Menanggapi hal yang disampaikannya tersebut, lanjut dr Bulan, Kepala BKKBN menyatakan bahwa dulu, sudah ada Pelayanan Keluarga Berencana Rumah Sakit (PKBRS). Namun karena adanya kunjungan tim Dinas Kesehatan Sergai ini dan respon pimpinan daerah yang sangat luar biasa, Puskesmas di Sergai akan menjadi pilot projek PKB Puskesmas, untuk memberikan program KB di Puskesmas dan memastikan ketersediaan alat kontrasepsi, sumber daya manusia (SDM) yang ingin dilatih, serta peralatan yang mendukung.

Kepala BKKBN juga menerangkan bahwa BKKBN fokus mengatasi empat isu atau lebih dikenal dengan "Empat Terlalu (4T)" yaitu, terlalu sering melahirkan, terlalu banyak anak, terlalu muda usia pertama melahirkan dan terlalu tua untuk hamil. Empat Terlalu ini akan mencegah bayi lahir dengan kasus kekerdilan. Infertilitas perempuan masih tinggi dan masih berisiko terhadap kesehatan bayi yang dilahirkan. Untuk itu, seluruh elemen, terkhusus dinas kesehatan, diminta berupaya keras untuk mewujudkan generasi Indonesia yang unggul melalui program yang tepat, sehingga generasi baru yang dilahirkan tumbuh sehat.

"Kepala BKKBN sangat mengapresiasi komitmen dan rencana aksi Bupati Sergai, Ir H Soekirman untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi serta KB dan akan segera mengontak kepala BKKBN Provinsi Sumut untuk segera merespon dan bersinergis dengan pemerintah Kabupaten Sergai," jelas Bulan sesuai yang disampaikan Kepala BKKBN. (T06/q)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru