Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 22 Februari 2026

Praktisi Konstruksi di Medan Perbincangkan Rencana Pembangunan Gedung Baru Kantor Bupati Nias

*Ada Kontraktor yang Harap-harap Cemas
Redaksi - Senin, 24 Februari 2020 11:17 WIB
738 view
Praktisi Konstruksi di Medan Perbincangkan Rencana Pembangunan Gedung Baru Kantor Bupati Nias
jatimtimes
Ilustrasi
Medan (SIB)
Sejumlah kontraktor di Medan ikut membincangkan rencana pembangunan gedung Kantor Bupati Nias senilai Rp 24 miliar yang saat ini sedang dalam tahap lelang yang dilakukan Kelompok Kerja Pemilihan II Pengadaan Barang/Jasa UKPBJ Kabupaten Nias Jalan Pelud Binaka Km 9 Desa Ononamolo 1 Lot Gunungsitoli Selatan.

Beberapa kontraktor yang ikut membuat penawaran bahkan harap-harap cemas menjelang pengumuman hasil lelang yang sesuai jadwalnya diumumkan tanggal 25 Februari 2020 mendatang.

Sesuai data LPSE Kabupaten Nias, dari 25 perusahaan konstruksi yang mendaftar lelang itu, hanya enam perusahaan yang mengikuti tahapan pemasukan penawaran. Keenam perusahaan yang memasukkan penawaran itu masing-masing PT Pollung Karya Abadi Rp 20.940.502.312 atau Rp 20,940 miliar, PT Bukit Zaitun Rp 22.113.933.919 atau Rp 22,113 miliar, PT Sige Sinar Gemilang Rp 23.411.284.528 atau Rp 23,411 miliar, PT Mitra Hutama Mandiri dari DKI Jakarta Rp 23.771.654.000 atau Rp 23,771 miliar, PT Citra Agung Utama dari Banda Aceh Rp 24.350.000.000 atau Rp 24,350 miliar dan PT Gusmanindo Pratama (non pengalaman) Rp 24.503.310.155 atau Rp 24,503 miliar.

Kontraktor dan praktisi konstruksi yang ikut dalam perbincangan ringan itu adalah Rikson Sibuea ST selaku Ketua Askonas (Asosiasi Kontraktor Nasional Sumut), Dannerd Siagian salah satu konsultan konstruksi senior serta beberapa aktivis relawan pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin.

Rikson Sibuea dan beberapa perantau asal Kepulauan Nias dalam pertemuan itu sangat mengapresiasi upaya Bupati Nias untuk membangun gedung Kantor Bupati Nias yang baru agar Kepulauan Nias memiliki kebanggaan tersendiri dengan adanya bangunan megah. Hal itu juga bisa memotivasi semangat kerja bagi para pejabat dan pegawai Pemkab Nias.

Namun Rikson Sibuea mencium adanya gelagat tidak baik oknum-oknum di kepanitiaan lelang itu, namun dia tidak mau mengungkapkan secara gamblang apa poin-poin pelanggaran dalam aturan main pelelangan proyek konstruksi.

"Banyak kejanggalan di proses lelang itu terutama perusahaan peserta. Tapi tidak perlu lah kita sebutkan secara gamblang, nanti terbaca panitia dan langsung diperbaiki mereka. Kita tunggu saja pengumuman pemenangnya barulah kita sanggah atau gugat melalui mekanisme yang ada maupun melalui jalur hukum. Kita berharap karena ulah oknum di kepanitiaan lelang malah sampai menyeret bupatinya," kata Rikson seraya berharap pihak Pemkab mengindarkan unsur nepotisme dalam proses lelang itu.

Kontraktor lainnya mewanti-wanti tiga perusahaan peserta lelang yang berdomisili di Jakarta, di Banda Aceh dan perusahaan yang tidak memiliki pengalaman. "Apabila perusahaan itu dimenangkan, maka kecurigaan itu terbukti. Soalnya informasi yang kita peroleh dari teman-teman di Jakarta, ada pihak tertentu yang dekat dengan pusat kekuasaan membawa perusahaan dari Jakarta dan dari Banda Aceh. Tapi ini bisa saja prasangka kita saja, mudah-mudahan tidak benar," kata kontraktor senior yang minta namanya tidak ditulis.

Mereka prinsipnya ingin agar gedung baru itu dibangun dengan konstruksi yang bagus, demi menghindarkan kasus-kasus runtuhnya gedung yang sedang dibangun terjadi lagi di Indonesia termasuk pembangunan tower telekomunikasi yang terjadi baru-baru di Langkat, menimpa tiga pekerjanya hingga tewas. (R15/q)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru