Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 08 September 2026

84 Orang yang Dikarantina Dipastikan Negatif Corona

* KKP Medan Siapkan Kapsul Transpor di Bandara dan Pelabuhan
Redaksi - Rabu, 04 Maret 2020 12:04 WIB
171 view
84 Orang yang Dikarantina Dipastikan Negatif Corona
Foto SIB/Dok
Sampaikan : Pri Agung AB sampaikan paparannya pada Rakor Kesiapsiagaan Pencegahan dan Penanggulangan virus corona di Kantor Gubernur Sumut Jalan Diponegoro No. 30 Medan, Selasa (03/03). 
Medan (SIB)
Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Medan mengonfirmasi bahwa 84 orang yang dikarantina rumah di Medan, dipastikan negatif virus corona (covid-19).

Lebih lanjut Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Medan, Pri Agung AB menegaskan, 84 orang tersebut sempat dikarantina 14 hari dan tidak terjangkit virus corona serta sudah pulang ke rumah masing-masing.

Hal itu dikatakan Pri Agung AB pada Rakor Kesiapsiagaan Pencegahan dan Penanggulangan virus corona di Aula Raja Inal Siregar Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro No. 30 Medan, Selasa (03/03).

Sebelumnya diketahui, 84 orang itu dikarantina pada awal Februari 2020 yang lalu. Mereka adalah WNI dan WNA yang masuk ke Sumut lewat Bandara Kualanamu. Mereka diketahui punya riwayat bepergian ke negara Cina. "Pertama kali melakukan karantina rumah itu adalah Sumut, di daerah lain belum ada sebelumnya. Kita melakukannya dengan benar. Jadi kita tak perlu ragu," ujarnya.

Pemeriksaan saat ini, lanjut Pri Agung AB, semakin intensif dilakukan menyusul ditemukannya 2 pasien positif corona di Jakarta. "Kita Imigrasi kalau yang tak mau dikarantina, kita suruh pulang, tak boleh masuk Sumut," ujarnya.

Kapsul Transpor
Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Medan juga menyiapkan kapsul transpor dalam rangka siaga virus Corona di Sumatera Utara (Sumut). Kapsul ini disiagakan di Bandara Kualanamu dan Pelabuhan Belawan.

"Kita punya kapsul transport bertekanan negatif di bandara dan pelabuhan," ujar Kepala KKP Kelas I Medan, Pri Agung AB, di Kantor Gubsu, Medan, Selasa (3/3).

Kapsul transpor ini nantinya digunakan untuk membawa pasien yang suspect corona dari pelabuhan dan bandara ke rumah sakit rujukan.

Selain menyiapkan kapsul transport, KKP sudah terlebih dahulu memasang scanner suhu tubuh di bandara dan pelabuhan. Selain itu ruang isolasi juga sudah disiapkan jika ada orang masuk ke Sumut dan dinyatakan suspect corona.

Pri Agung juga menjelaskan akan ada isolasi rumah jika terdapat warga yang suspect corona. Hal ini, kata Pri Agung, sudah sesuai dengan undang-undang.

"Kalau ada yang suspect atau terpapar, kita bisa melakukan karantina rumah bahkan karantina wilayah. Bisa juga pembatasan orang berkumpul dalam skala besar, itu ada dalam undang-undang," jelas Pri Agung.

Selain pengawasan di bandara dan pelabuhan, beberapa rumah sakit di Sumut juga disiagakan. Rumah Sakit Adam Malik Medan menjadi rujukan utama jika terdapat warga yang suspect corona.

RS Adam Malik sudah menyiapkan 11 ruang isolasi. Selain itu RS Adam Malik juga memiliki 200 alat pelindung diri untuk mencegah penyebaran virus corona.

Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah (Ijeck) menjelaskan Pemprov Sumut akan membentuk tim khusus mengantisipasi virus corona masuk ke Sumut. Tim itu, kata Ijeck, akan dibuat di seluruh kabupaten/kota di Sumut.

"Nanti kami minta kadinkes setelah ini rapat untuk membentuk tim. Setelah rapat ini juga kami menyarankan pak Gubernur agar mengeluarkan surat instruksi Gubernur kepada Kabupaten/Kota untuk membentuk tim dan siap siaga di rumah sakit yang ada," jelas Ijeck. (M11/Detikcom/c)


SHARE:
komentar
beritaTerbaru