Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 05 April 2026

Pengamat: Pemda Terlalu Lamban Menyerap Anggaran Sebaiknya Diberi Sanksi

Redaksi - Selasa, 27 Oktober 2020 19:03 WIB
418 view
Pengamat: Pemda Terlalu Lamban Menyerap Anggaran Sebaiknya Diberi Sanksi
Foto: Istimewa
Pemerintah daerah (Pemda) yang dinilai lambat dalam menyerap anggaran daerah terancam dikenai sanksi oleh Kementerian Keuangan.
Medan (SIB)
Di tengah tekanan ekonomi yang serba sulit saat ini, mendengar kabar bahwa Pemda justru lebih doyan nyimpan uang di bank daripada disalurkan ke masyarakat, jelas ini kabar buruk buat kita semua. Masyarakat yang selama ini justru membutuhkan perputaran uang, Pemda justru menumpuk uang di bank. Saya katakan apa yang dilakukan oleh Pemda jelas tidak produktif, dan bisa dikatakan gagal dalam menyelamatkan masyarakat dari tekanan ekonomi karena anggaran justru tidak terpakai," ungkap Gunawan Benyamin, Pengamat Ekonomi, Sabtu (24/10)

Menurut catatan Mendagri, ungkap Gun sapaan akrab Gunawan Benyamin, dana yang tersimpan milik pemerintah daerah itu nilainya Rp252 triliun. “Jelas ini bukan angka yang sedikit dan tentunya jika dibelanjakan akan memperbaiki daya beli masyarakat,” ujarnya.

Ia menilai Pemda yang terlalu lamban dalam penyerapan anggaran tersebut sebaiknya diberi sanksi. Jangan dibiarkan, karena pada dasarnya masyarakat juga yang dirugikan.

Jadi kalau saja uang tersebut bisa diputar, jelas akan menyerap banyak tenaga kerja, dan tentunya akan membuat ekonomi juga berputar. Akan ada penyerapan tenaga kerja, dan ada belanja yang akan memperbaiki daya beli masyarakat.

"Kalau disimpan di bank, justru di tengah kondisi seperti sekarang ini, di tengah penyerapan pinjaman yang melambat karena aktifitas ekonomi bermasalah," ungkapnya.

Namun penempatan dana di bank akan menambah mahal biaya dana di perbankan. Tapi kalau diputar manfaatnya itu akan sangat besar dirasakan oleh masyarakat. Pemda memang bisa saja memiliki banyak alasan dengan menempatkan dana di bank tersebut.
Alasan klasik yang muncul yakni faktor kehati-hatian. Padahal jika dana yang disalurkan ini akuntabel, saya yakin Pemda tidak akan bermasalah. Jadi alasan hati-hati ini harusnya tidak diumbar. Utamakan kepentingan masyarakat yang jelas-jelas membutuhkan pemasukan.

“Jadi Pemda kita harapkan kooperatif dalam mengentaskan masalah ekonomi di tengah pandemik Covid-19 saat ini,” katanya.
Menurut Gun, kesan yang muncul justru Pemda dinilai tidak produktif, atau malas. “Padahal seharusnya Pemda harus lebih kreatif lagi dalam menggunakan anggaran di tengah tekanan ekonomi yang terus mengalami peningkatan belakangan ini, sehingga mengurangi beban ekonomi yang sejauh ini kian memburuk,” imbuh Gun. (M2/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru