Medan (SIB)
Sekretaris Fraksi Nusantara DPRD Sumut Zeira Salim Ritonga menemukan masih banyak para pedagang dan pembeli di pasar-pasar tradisional di Kota Medan mengabaikan Prokes (Protokol Kesehatan) Covid-19, sehingga penyebaran virus mematikan ini sulit ditekan di daerah ini.
"Ada beberapa tempat yang menjadi konsentrasi massa hingga saat ini masih kebablasan dan tidak mematuhi Prokes Covid-19, seperti halnya pasar-pasar tradisional, hampir setiap hari terjadi kerumuman massa antara pedagang dan pembeli," ujar Zeira Salim Ritonga kepada wartawan, Selasa (27/10) seusai keliling di pasar tradisional di Medan.
Para pedagang pasar tradisional yang menggelar barang dagangannya sebagian besar tidak mematuhi Prokes Covid-19, yakni tidak memakai masker dan terkesan main "alip-alipan" dengan Satgas Covid-19 yang melakukan razia. Saat ada aparat pemerintah, mereka patuhi Prokes dan saat tidak ada aparat, pedagang rame-rame buka masker.
"Dari hasil wawancara kita terhadap pedagang, mereka bukan tidak takut terjangkit virus corona yang mematikan. Tapi mereka harus berjuang untuk menghidupi keluarganya, apalagi dalam situasi pandemi covid, pembeli juga jarang," ujar Zeira Salim.
Tapi bagi pedagang, tambah politisi PKB ini, memakai masker sedikit kesulitan untuk menawarkan barang dagangannya kepada pembeli, karena harus berteriak-teriak menawarkan barang, sehingga jadi ribet dan susah bernafas.
Menyikapi kondisi itu, Wakil Ketua Komisi B yang membidangi perekonomian ini mengakui, akibat Covid-19 sangat berdampak terhadap perekonomian masyarakat, terutama pedagang kecil lebih merasakan kesulitan.
Namun untuk menekan penyebaran Covid -19, pedagang maupun masyarakat harus tetap mematuhi Prokes yang dianjurkan yaitu tiga 'M' (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak).
"Jika tiga M ini tidak dilaksanakan para pedagang dan pembeli, maka akan sangat membahayakan banyak orang, bahkan pasar tradisional tersebut rawan penyebaran Covid-19. Disinilah perlunya pengawasan yang ketat dari pemerintah setempat maupun Satgas Penanggulangan Covid-19," ujarnya.
Berkaitan dengan itu, tambahnya, perlu terus dilakukan pengawasan terhadap Prokes dan menyiapkan masker dan fasilitas lainnya di seluruh tempat keramaian, seperti pusat pasar tradisional dengan tetap dijaga Satgas Covid-19 di setiap pintu masuk areal pasar.
"Misalnya menyediakan tempat cuci tangan, mengawasi setiap pedagang dan pembeli. Jika tak pake masker jangan diberi masuk untuk berdagang atau berbelanja," tegas Zeira.(M03/c).