Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 05 April 2026
Kalangan Praktisi Jasa Konstruksi dan Aktivis LH :

Kota Medan Masih Akan Terus Diancam Banjir

* Perlu Bentuk Tim Khusus Patroli Banjir
Redaksi - Rabu, 25 November 2020 18:52 WIB
304 view
Kota Medan Masih Akan Terus Diancam Banjir
dok. Istimewa
Beberapa kawasan digenangi air pasca hujan deras yang mengguyur kota Medan   
Medan (SIB)
Kalangan praktisi jasa konstruksi dan aktivis lingkungan hidup di daerah ini menilai kota Medan masih akan tetap terancam dan diancam serangan atau genangan banjir walaupun proyek drainase kota terus diperbaiki dari tahun ke tahun. Hal ini terjadi karena tidak dibarengi dengan tindak adaptasi debit air dengan volume liang-liang pemasukan arus alir (inlet) pada objek drainasenya.

Ketua Umum Gabungan Tenaga Ahli Konstruksi Indonesia (GATAKI) Provinsi Sumut, Ir Mandalasah Turnip SH dan aktivis lingkungan hidup Ir Jonathan Ikuten Tarigan dari Dewan Pakar Geologi Indonesia (DP IAGI), secara terpisah menyebutkan kondisi objek drainase yang dibangun atau dikerjakan selama ini melulu hanya bersifat pengorekan atau pengerukan lumpur dengan pembongkar-pasangan selokan-selokan yang kembali ke posisi semula.

"Pekerjaan drainase kota tampak diperdalam dan diperlebar, justru tidak dibarengi dengan pengadaan liang-liang alir atau inlet, sehingga mayoritas arus air justru terlebih dahulu merambah badan jalan dan menggenangi rumah warga. Kalau begini terus, kota Medan akan terus diancam banjir, karena volume inlet-inlet tak sebanding dengan volume arus air pada saat hujan atau serangan banjir arus kiriman," ujar mereka senada kepada SIB di Medan, melalui hubungan seluler, Selasa (24/11).

Mereka mengutarakan hal itu sehubungan kondisi kota Medan yang masih terus rawan banjir dari tahun ke tahun. Bahkan janji dan rencana maupun kebijakan Wali Kota Medan dari periode ke periode untuk penganan banjir belum juga terwujud. Selain itu, kota Medan dinilai perlu meniru Jakarta di masa Gubernur Ahok untuk membentuk tim khusus siaga banjir yang berpatroli rutin ke titik-titik rawan banjir kota.

Selain faktor minimnya volume inlet-inlet tersebut, ancaman banjir di kota Medan juga karena kontrol dan kendali arus sungai atau membangun halte cegah banjir di sekitar Medan, oleh pihak Direktorat Sumber Daya Air (DSDA) di Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS-II) Kementerian PUPR, hingga kini kenyataannya belum terealisasi.

"Untuk cegah dan kendali banjir di Medan, pembuatan jalan inspeksi dan halte cegah banjir oleh BWSS-II itu katanya akan berfungsi sebagai sarana pengawasan fungsi dan pemeriksaan kondisi sungai, agar sungai-sungai tertata sebagai sarana angkutan alur dan transportasi sungai, sarana kendali banjir dan juga sebagai objek wisata yang berbasis lingkungan hidup mulai dari kawasan hulu, lintas tengah (kota) hingga ke hilir (laut). Tapi belum tampak hasilnya di mana dan bagaimana," kata Mandalasah Turnip selaku saksi dari program yang dicetuskan kepala BWSS-II di Medan pada Maret 2017 lalu. (M04/c)

Sumber
: Harian SIB Edisi Cetak
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru