Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 11 April 2026

Pemko Medan Siapkan Vaksinasi Covid-19

Redaksi - Rabu, 06 Januari 2021 17:32 WIB
276 view
Pemko Medan Siapkan Vaksinasi Covid-19
Foto : Dok/Humas Pemko Medan
Ikuti Rakor : BPBD) Kota Medan Arjuna Sembiring mengikuti Rakor Kesiapan penanganan Vaksinasi Covid-19 dan Kegiatan Penegakan Protokol Kesehatan secara virtual di Command Centre Balai Kota Medan, Selasa (5/1). 
Medan (SIB)
Mengingat program vaksinasi Covid-19 akan dimulai secara serentak di Indonesia mulai 13 Januari 2021, setiap daerah termasuk Kota Medan diminta untuk melakukan persiapan pelaksanaan proses vaksinasi yang bertujuan untuk membentuk sistem kekebalan tubuh, sehingga menghasilkan antibodi guna melawan virus corona.

Hal itu terungkap dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Kesiapan Penanganan Vaksinasi Covid-19 dan Kegiatan Penegakan Protokol Kesehatan yang dilakukan secara virtual dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI Tito Karnavian dan Menteri Kesehatan (Menkes) Ri Budi Gunadi Sadikin di Command Centre Balai Kota Medan, Selasa (5/1).

Dikatakan Plt Walikota Medan , melalui Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan Arjuna Sembiring usai Rakor, Pemko Medan langsung melakukan persiapan untuk melakukan vaksinasi Covid-19 di Kota Medan.

“Vaksinasi Covid-19 di Kota Medan akan dimulai dengan Plt Walikota, Sekda, Ketua dan anggota dewan serta diikuti dengan Forkopimda lainnya,” jelasnya.

Dijelaskan, meski telah menjalani vaksinasi Covid-19, masyarakat diminta tidak abai mengikuti protokol kesehatan. "Vaksinasi Covid-19 dilakukan untuk membantu masyarakat. Walaupun sudah divaksin, masyarakat harus selalu menggunakan masker, rajin mencuci tangan, menjaga jarak menghindari kerumunan,” pesannya.

Sementara dijelaskan Menkes sebelumnya, penyuntikan perdana akan dilakukan terhadap Presiden tanggal 13 Januari 2021 dan diikuti secara serentak di 34 provinsi lain. Ditambahkan, proses vaksinasi akan berlangsung selama 15 bulan, mulai Januari 2021 sampai Maret 2022 dengan jumlah populasi mencapai 181,5 juta jiwa.

Menurutnya, tenaga kesehatan dan pelayanan publik akan mendapatkan prioritas vaksinasi pertama. Kemudian diikuti dengan masyarakat yang berusia 18-59 tahun. Sedangkan masyarakat umur 60 tahun ke atas akan divaksinasi setelah mendapatkan informasi keamanan vaksin untuk keamanan kelompok tersebut.

Diterangkan, adapun perinciannya yaitu petugas kesehatan sebanyak 1,6 juta jiwa, petugas publik (17,4 juta jiwa), lansia (21,5 juta jiwa), masyarakat rentan (63,9 juta jiwa) serta masyarakat lainnya (77,1 juta jiwa). (Rel/M15/c).

Sumber
: Hariansib edisi cetak
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru