Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 19 Januari 2026

Harimau Sumatera Masuk Kampung di Langkat, Masyarakat “Dihantui” Ketakutan

* DPRD SU Desak BKSDA Sumut Segera Selamatkan, Jangan Sampai Dibunuh Masyarakat
Redaksi - Sabtu, 23 Januari 2021 17:38 WIB
978 view
Harimau Sumatera Masuk Kampung di Langkat, Masyarakat “Dihantui” Ketakutan
Internet
Ilustrasi harimau sumatera
Medan (SIB)
Anggota DPRD Sumut dari Dapil XII Kabupaten Langkat dan Kota Binjai Sugianto Makmur mendesak BBKSDA (Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam) Sumut untuk segera menyelamatkan Harimau Sumatera yang masuk kampung atau pemukiman penduduk di Desa Lau Damak dan Meranti Bahorok, Kabupaten Langkat agar jangan sampai dibunuh masyarakat.

"Saat ini Harimau Sumatera lepas masuk kampung di Kabupaten Langkat, masyarakat resah dan dihantui rasa ketakutan, karena kuatir ternak-ternak mereka dimangsa. Kita minta BBKSDA Sumut segera mengamankan harimau liar yang termasuk langka itu," ujar Sugianto Makmur kepada wartawan, Jumat (22/1) di DPRD Sumut.

Sugianto Makmur mengharapkan Pemkab Langkat bekerja sama dengan BBKSDA Sumut untuk secepatnya melakukan penanganan, jangan sampai terjadi konflik hewan liar dengan masyarakat, sehingga perlu diantisipasi secara tepat, tanpa merugikan warga serta Harimau Sumatera juga selamat dari kepunahannya.

"Biasanya hewan liar cenderung masuk ke perkampungan, kemungkinan karena lapar dan sudah lemah (tua, cacat atau sakit). Kondisi semacam itu, harusnya pihak BBKSDA Sumut melakukan antisipasi jauh sebelumnya, agar ternak-ternak warga sekitar hutan tidak dimangsa "raja hutan" tersebut.

Berdasarkan informasi dari Kabid Teknis BBKSDA Sumut Ir Irzal Azhar MSi, pihaknya sudah melakukan segala upaya bersama stakeholders, dengan cara penghalauan, pemasangan kandang jebak, pemasangan camera trap, penyuluhan, agar masyarakat mengkandangkan ternaknya dan lainnya.

"BBKSDA juga mengaku sudah berkoordinasi dengan Sekda Langkat dan rencananya juga akan koordinasi dengan pihak Kecamatan Bahorok dan Dinas Peternakan setempat. Tujuannya, agar perangkat desa atau camat segera memerintahkan masyarakatnya mengkandangkan ternaknya," ujar Sugianto.

Para pemburu hewan juga diingatkan agar membatasi perburuan di hutan-hutan, supaya keseimbangan alam tetap ada dan harimau tetap punya makanan. Jangan setelah jatuh korban dan harimau dibunuh warga baru ditangani, karena hewan liar itu termasuk hewan yang sudah langka, harus dijaga kelestariannya.

Dari hasil konfirmasi Sugianto Makmur, Camat Bahorok telah membuat 2 perangkap untuk evakuasi Harimau Sumatera di Desa Lau Damak Kecamatan Bahorok serta menghimbau warga mengkandangkan ternaknya di malam hari, agar terhindar dari santapan harimau liar itu. (M03/d)

Sumber
: Hariansib edisi cetak
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru