Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 23 September 2026

Miris, Mushollah Dibiarkan Terbengkalai di Desa Pematang Lalang

Redaksi - Rabu, 23 Maret 2022 18:43 WIB
681 view
Miris, Mushollah Dibiarkan  Terbengkalai di Desa Pematang Lalang
Foto: Istimewa
Mushollah terbengkalai
Deliserdang (harianSIB.com)
Sungguh miris, masih ada mushollah yang dibangun tanpa ada jemaahnya. Bahkan, saat tiba waktu sholat tidak ada terdengar suara azan.

Hal ini menjadi tanda tanya besar bagi sejumlah musafir maupun para pengendera yang kebetulan melintasi jalan Desa Pematang Lalang/Pematang Pasir, Kecamatan Percutseituan, Kabupaten Deliserdang.

Dari informasi yang dihimpun, ternyata keberadaan mushollah di tengah kebun sawit milik Primkopad TNI AD itu, sudah lama berdiri. Namun, entah kenapa saat ini keberadaannya kosong ditinggal pengurus dan para jemaahnya.

Dari hasil penelusuran, Rabu (23/3/2022), lokasi mushollah tampak kumuh, banyak sampah berserakkan. Di sebelah kiri mushollah terdapat makam yang diatapi seperti pendopo disebut-sebut warga makam orang yang ditua-adatkan (kedatukan).

Padq malam hari, jalan menuju mushollah gelap gulita, karena lampu penerang jalan yang terpasang kerap dicuri.

Informasi lain dari warga yang tak mau disebutkan namanya, dulunya di dekat muahollah ada kampung warga. Tetapi sejak menjadi kebun sawit warga di kampung itu sudah pindah. Tinggal lah mushollah dengan makam orang dulu di lokasi tersebut.

Saat dipertanyakan soal keberadaan mushollah kosong itu kepada seorang pengawas kebun Primkopad TNI AD yang mengaku bernama Bambang, ia menyebutkan kalau dulunya mushollah dibangun atas dasar adanya permintaan warga.

"Di sini dulunya memang karyawan kebun yang sholat. Tapi lambat laun seiring dengan waktu tak ada lagi warga yang sholat di mushollah tersebut. Bahkan para musafir maupun pengguna jalan yang melintasi jalan ini kerap takut masuk ke mushollah karena ada orang gila yang kerap tidur di dalam," ujar Bambang, di sela kesibukkannya mengawasi areal kebun milik Primkopad seluas sekitar kurang lebih 700 hektar tersebut. (*)

Editor
:
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru