Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 17 Februari 2026

Pj Gubernur Hassanudin Optimistis Dekopi Sumut Mampu Antisipasi Dampak El Nino pada Produktivitas Produksi

Redaksi - Selasa, 24 Oktober 2023 17:05 WIB
327 view
Pj Gubernur Hassanudin Optimistis Dekopi Sumut Mampu Antisipasi Dampak El Nino pada Produktivitas Produksi
(Foto: SIB /Oki Lenore)
Pj Gubernur Hassanudin - Hari Kopi Internasional: Pj Gubernur Sumatera utara (Sumut), Dr Hassanuddin (tengah), Senin (23/10), menerima Ketua Dewan Kopi Indonesia (Dekopi) Wilayah Sumut, Ujiana Sianturi (2 kiri) dan panitia pelaksanaan peringatan
Medan (SIB)
Pj Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Dr Hassanuddin, Senin (23/10), menerima Ketua Dewan Kopi Indonesia (Dekopi) Wilayah Sumut, Ujiana Sianturi dan panitia pelaksanaan peringatan Hari Kopi Internasional yang dipusatkan di Pekan Raya Sumatera Utara, Medan, 3-5 November 2023.
Pj Gubernur memastikan pihaknya mendukung penuh even internasional yang mendatangkan para ahli kopi, pembeli dan pegiat industri kopi tersebut. Bersamaan dengan itu, mantan Pangdam Bukit Barisan itu mendiskusikan dampak El Nino pada produksi pertanian khususnya kopi. Ia optimistis Dekopi Sumut mampu mengantisipasi silus tahunan tersebut yang memengaruhi produksi.
Pj Gubernur didampingi Asisten Umum Lies Handayani, Event Organizer Hari Kopi Internasional di Medan Irvan dan Kepala Biro Perekonomian Sumut Poppy Hutagalung.
Ujiana Sianturi mengatakan, betapapun dampak El Nino tidakt erlalu signifikan tapi tetap memengaruhi segala bentuk proses metabolisme dalam tubuh tanaman kopi, terutama fotosintesis. “Dampaknya penurunan pertumbuhan dan produksi tanaman. Dekopi Sumut terus berusaha maksimal mengantisipasi. Berharap organ yang ada di Pemprov Sumut memitigasi megnhadapi El Nino pada perkebunan kopi guna memenuhi permintaan kebutuhan kopi yang semakin meningkat,” harapnya.
Dilaporkan, meski kegiatan diundur tapi anipo peserta dari selurh Indonesia bahkan dari luar negeri tetap tinggi. “Dekopi Sumut dan EO dengan rendah hati meminta maaf atas pengunduran waktu pelaksanaan. Kami juga berterima kasih pada sponsor, tenant dan pihak yang mendukung kegiatan,” tambah perempuan yang meneliti fair-trade tersebut.
Ia melaporkan, kegiatan diisi dengan bazar, ekshibisi, seminar, kompetisi seduh kopi, sesi berbagi (sharing session) dan kegiatan lain. “Tetapi ada tiga hal prioritas dan penting dalam kegiatan kali ini. Pertama adalah soal gerakan 'fair trade' atau perdagangan berkeadilan. “Cara yang sedang diperjuangkanm itu untuk memastikan perdagangan (kopi) berkeadilan. Itu memastikan harga kopi tetap berada di atas biaya produksi meski nilainya sedang anjlok supaya petani kopi dan keluarganya tetap dapat hidup layak,” tegasnya.
Yang kedua, lanjutnya, Undang-Undang AntiDeforestasi Uni Eropa yang berlaku mulai pertengahan Mei 2023. Ketiga, yang menjadi topik pembicaraan dalam "International Coffee Day" 2023 di Sumut adalah pengembangan agroforestri (sistem pertanian yang ditanam di lahan yang sama) tanaman kopi. “Dekpi Sumut sedang mengedukasi masyarakat khususnya petani kopi yang masih terpaksa membuka lahan baru di kawasan hutan dengan menebang dan membongkar tanaman hutan, lalu membakarnya sehingga lahan menjadi kritis. Itu tidak boleh dilakukan lagi,” lapornya.
Khusus Hari Kopi Internasional, lanjutnya, difokuskan tentang pembahasan regulasi Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (AS). “Ini muaranya adalah meningkatkan ekspor kopi atau produk kopi Sumut ke AS. Untuk poin tersebut hadir perwakilan dari FDA untuk menjelaskan segala hal terkait pembuatan atau perpanjangan administrasi FDA," tegas yang juga Ketua Asosiasi UMKM Sumut. (**)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru