Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 11 Februari 2026
MUI Kota Medan Gelar Dialog Politik Kebangsaan

Ulama Memiliki Tanggung Jawab Edukasi Masyarakat Tentang Politik

Redaksi - Rabu, 17 Januari 2024 16:50 WIB
265 view
Ulama Memiliki Tanggung Jawab Edukasi Masyarakat Tentang Politik
Pemko Medan
Majelis Ulama (MUI) Kota Medan menggelar Dialog Politik Kebangsaan yang bertemakan “Menguatkan Ghirah Umat Menuju Pemilu
Medan (SIB)
Majelis Ulama (MUI) Kota Medan menggelar Dialog Politik Kebangsaan yang bertemakan “Menguatkan Ghirah Umat Menuju Pemilu 2024 yang Beradab”, Selasa (16/1).
Pertemuan ini mendapat apresiasi dari Wali Kota Medan Bobby Nasution dan mengharapkan dapat mengedukasi dan meningkatkan wawasan masyarakat tentang politik.
"Dalam dunia politik ulama juga memiliki tanggung jawab, dimana tanggung jawabnya bukan untuk memenangkan tetapi memastikan politik saat ini kita jalani selain memilih pemimpin juga memastikan jalannya politik bisa mengedukasi masyarakat termasuk meningkatkan partisipasi dalam Pemilu," kata Bobby Nasution saat membuka Dialog di Aula MUI.
Dijelaskan, ulama dapat melihat sendiri bagaimana partisipasi masyarakat dalam politik di Kota Medan yang cukup rendah khususnya saat Pemilu, baik Pilpres ataupun Pilkada. Padahal saat dirinya turun ke dunia politik mensurvei langsung ke masyarakat pembahasan politik menjadi yang nomor satu.
“Artinya banyak masyarakat yang membicarakan politik tapi enggan ikut di dalamnya," jelasnya.
Menurut Bobby hal ini adalah tanggung jawab bersama, pemerintah dan ulama memastikan politik saat ini adalah politik mengedukasi dan saling mengajarkan bahwa politik dijalankan memiliki adab atau rambu-rambu yang dapat dipegang teguh.
Bobby Nasution menambahkan siapapun Pasangan Calon Presiden yang nantinya menang, baik itu yang kita pilih atau tidak tujuannya untuk Bangsa Indonesia dan Kota Medan pada khususnya. Sehingga Bobby Nasution meminta masyarakat jangan terlalu berlebih-lebihan jelang Pemilu ini hingga terpecah belah karena saling menjelek-jelekkan.
“Yang paling penting adalah persatuan dan silaturahmi. Artinya persaudaraan sesama kita itu adalah yang paling utama, urusan pemilihan itu yang kedua. Kita harap partisipasi masyarakat ikut memilih dalam Pemilu nanti meningkat, karena bukan hal yang sulit untuk memberikan suara dan berpatisipasi. Masyarakat Tinggal datang ke TPS, memilih lalu pulang,” sebut Bobby Nasution
Sebelumnya Ketua MUI Kota Medan Hasan Matsum menyampaikan bahwa Dialog Politik Kebangsaan ini digelar karena MUI memiliki tanggungjawab dalam menguatkan ghirah atau semangat umat Islam untuk berpartisipasi mensukseskan Pemilu 2024 yang beradab dan jauh dari perpecahan.
"MUI Kota Medan memiliki tanggungjawab membangun ghirah atau semangat umat untuk berpartisipasi dalam Pemilu dengan hadir di Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang telah disiapkan penyelenggara pemilu," jelas Hasan Matsum.
Menurut Hasan Matsum, MUI sebagai lembaga tidak punya kepentingan dengan calon presiden, eksekutif dan legislatif karena MUI bersifat independen. Tapi kepentingan pada pemilu ini, MUI dalam membangun kemaslahatan umat, mau tidak mau harus ikut memberi dan menjalankan peran membimbing dan melayani umat.
"MUI terus bergerak memberi pendidikan politik kepada umat, karena Islam menilai politik itu penting. Serta peran MUI dalam menangkal isu SARA, hoax, menyebar kebencian dan memecahkan umat,” pungkas Hasan Matsum. (**)



SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru