Medan (SIB)
Berbagai perkumpulan marga-marga, organisasi keagamaan, tokoh masyarakat, tokoh agama dan lainnya di Sumut datang silih berganti menyampaikan rasa duka mendalam kepada keluarga Pemimpin Umum Harian Sinar Indonesia Baru (SIB) Ibu Ramlah Br Hutagalung, atas berpulangnya ibu terkasih ke pangkuan Bapa di surga, Sabtu (3/2) di rumah duka Jalan Iskandar Muda Medan.
Dari pantauan wartawan, terlihat perkumpulan Pomparan Siraja Panggabean se-Kota Medan yang dipimpin ketua umumnya Lidang Panggabean, juga hadir menyampaikan rasa duka yang sangat mendalam atas kepergian ibu Ramlah Br Hutagalung.
"Ibu R Br Hutagalung telah meninggalkan keteladanan, keramah-tamahan, kelembutan dan kesetiaan menemani Bapak DR GM Panggabean, baik di masa susah hingga masa jayanya," ujar Prof Himpun Panggabean MH mewakili Pomparan Siraja Panggabean.
Rasa duka yang mendalam juga disampaikan pengurus lembaga keumatan di Sumut, seperti PIKI, GAMKI, GMKI dan Parkindo yang merasa kehilangan sosok seorang ibu yang peduli terhadap umat, sehingga mereka merasa sangat kehilangan.
Terlihat hadir dalam rombongan, Ketua Umum DPP PIKI yang juga anggota DPD RI DR Badikenita Br Sitepu, Penasehat PIKI Edward Simanjuntak, Jhon Eron Lumban Gaol, Guntur Manurung, Drs Tahan Manahan Panggabean dan sejumlah tokoh lainnya.
Selain itu, Keluarga Besar DPD PWKI Sumut dan DPC PWKI Medan juga tidak ketinggalan melayat ke rumah duka atas meninggalnya Ibu Ramlah Br Hutagalung.
Mereka mengumandangkan lagu puji-pujian serta khotbah singkat yang disampaikan Pdt Dr Rosiany br Hutagalung sebagai penghiburan kiranya seluruh keluarga diberi kekuatan.
Ketua DPD PWKI Sumut Dra Veronika Sitanggang MPSi mengatakan, kepergian ibu yang kita sayangi ini, tentunya segenap keluarga besar PWKI merasa sangat kehilangan, apalagi amang Alm DR GM Panggabean dan Ibu merupakan sesepuh bagi PWKI.
Sementara itu, Ketua DPC PWKI Medan, Titin Debora Sibarani SE mengatakan, di balik kepergian Ibu ke rumah Bapa di Surga memberikan sesuatu yang sangat luar biasa. Kiranya keluarga besar DR GM Panggabean senantiasa akan terus bersinar dan bermanfaat kepada orang banyak.
Sementara itu, Penasehat PWKI, Ny GS Panggabean Br Pardede SH mengatakan, bahwa keluarga Alm DR GM Panggabean dan Ibu merupakan anggota kehormatan PWKI yang selalu memberikan rasa simpati.
Menjelang sore, juga terlihat datang melayat ke rumah duka, Ephorus Emeritus Pdt Bonar Napitupulu/Seksi Parompuan HKBP Medan Sudirman dan menyampaikan kata-kata penghiburan kepada keluarga, bahwa bagi orang yang percaya kepada Yesus Kristus, jika seseorang telah meninggal dunia, pasti akan sampai ke surga.
Para pelayat ke rumah duka, diterima pihak keluarga di antaranya, Wakil Pemimpin Umum Harian SIB Ir GM Chandra Panggabean dan istri, Pemimpin Redaksi Harian SIB GM Immanuel Panggabean BBA dan istri, GM Windu Panggabean, GM Intan Panggabean dan suami Maja Hutapea, Pemimpin Usaha Harian SIB Netty Vera Panggabean, serta para cucu.
Warga Kawanua Sampaikan Duka
Warga Sulawesi Utara sekitarnya khususnya yang berwadah dalam Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) Sumut juga menyampaikan simpati dan duka mendalam sehubungan berpulangnya Ny DR GM Panggabean /R br Hutagalung, Sabtu (3/2). Dalam rombongan pelayat itu ikut serta sejumlah tokoh adat lintas agama. Di antaranya sesepuh warga Kawanua H Rolly Piay, Pdt Adri Alfian Rolos dan Jimmi Lumunon. Bergabung dalam rombongan tokoh warga Maluku Nenong Hourissa.
H Rolly Piay mengatakan, pihaknya merasa bagian dari keluarga besar DR GM Panggabean sebab menantu tokoh pers nasional tersebut adalah anggota dari KKK. “Kami kehilangan. Kedukaan yang dirasakan keluarga yang ditinggalkan, pun kami rasakan. Kami sungguh kehilangan,” ujar pegiat seni dan pengurus Forkala Medan tersebut.
Hal serupa diutarakan Pdt Adri Rolos yang merasa dekat dan bagian dari keluarga DR GM Panggabean sejak masa mudanya Pdt Dr Max Wakkary (+). “Jika kedua tokoh tersebut bertemu, saya diajak Om Max. Ngupinglah jika diskusi keduanya tidak tertutup,” tambah Gembala GPdI Mahanaim Diski - Deliserdang itu, Selasa (6/2). “Kami berduka, sama seperti keluarga yang ditinggalkan, tapi rasa itu tak harus berlarut sebab kepergian Ibu R br Hutagalung adalah kehendak-Nya,” tutupnya.
Terpisah, Ketua Umum Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia (PIKI), Dr Badikenita Putri br Sitepu SE MS juga menyampaikan rasa duka. Bersama sejumlah pengurus PIKI Sumut, anggota DPD RI itu menyampaikan rasa duka langsung pada keluarga. “Ibu R br Hutagalung kan tokoh perempuan Kristen. Saya pasti kehilangan tokoh tapi almarhumah sudah meletakkan dan membentangkan layar hingga biduk yang ditinggalkan tetap akan berlayar,” ujar calon anggota DPD RI asal pemilihan Sumut tersebut.
Pdt Dr Rosiany Hutagalung mengatakan secara pribadi sangat dekat dengan almarhumah sebab kerap berdialog langsung. “Tak hanya saya tapi warga Indonesia khususnya perempuan Kristen di daerah ini sangat kehilangan sebab almarhumah adalah ibu semua jemaat, ibu dari semua suku. Jika kami punya kegiatan, pasti ‘menghadap’ untuk mengundang dan selalu beroleh fasilitasi dari almarhumah. Tidak hanya untuk urusan perempuan Kristen tapi acara lain dan agama lain serta suku lain,” tambah tokoh Gereja Methodist Wesly tersebut.
Ia mengajak semua warga lintas suku dan agama untuk mendoakan keluarga almarhum DR GM Panggabean untuk meneruskan cita-cita dan perjuangan tokoh pers dan sang istri. “Saya sangat ingat, jika bertemu pasti yang ditanya ‘sehat kan’ dan ‘sudah makan’ kemudian kami berdoa bersama. Meski dijawab sudah tapi kami yang ‘menghadap’ ibu belum diizinkan pulang bila belum makan atau minum. Sikap itu sangat menyejukkan,” tutup Pdt Rosiany Hutagalung. (**)