Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 26 Maret 2026

Nikson Nababan Disambut Warga Jawa di Langkat Dengan Tarian Reog Ponorogo

Firdaus Peranginangin - Senin, 20 Mei 2024 16:52 WIB
438 view
Nikson Nababan Disambut Warga Jawa di Langkat Dengan Tarian Reog Ponorogo
Foto Dok/Firdaus Peranginangin
Reog Ponorogo: Mantan Bupati Taput Dr Drs Nikson Nababan MSi disambut masyarakat Kampung Jawa (Dusun VI Pasar Gunung) Desa Hinai Kiri, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat, dengan tarian Reog Ponorogo, saat berkunjung ke daerah itu menyaksikan pagelara

Medan (harianSIB.com)
Mantan Bupati Tapanuli Utara (Taput) Dr Drs Nikson Nababan MSi disambut masyarakat Kampung Jawa (Dusun VI Pasar Gunung) Desa Hinai Kiri, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat, dengan tarian Reog Ponorogo, saat berkunjung ke daerah itu menyaksikan pagelaran Sanggar Seni Keraton Langit Dusun Pasar Gunung Langkat, Senin (20/5/2024).

Juga terlihat sejumlah tokoh masyarakat Jawa ikut menyambut Nikson Nababan, kemudian mengajak mantan Bupati Taput dua periode ini langsung menaiki Reog Ponorogo di Sanggar Seni Budaya Jawa Sangbujaraga Sri Sumber Rejo.

Ketua Sanggar Seni Budaya Jawa Suherianto menyampaikan harapannya agar seniman Jawa dapat perhatian dari pemimpin di Sumut nantinya, untuk memiliki Rumah Budaya, sebagai tempat berkumpul mengembangkan bakat para seniman.

"Dengan bersatunya tempat berkumpul para sanggar, seni budaya Jawa akan semakin terjaga dan maju, apalagi kalau ada Rumah Budaya, semua sanggar seni yang ada di Kecamatan Secanggang akan semakin bersatu dalam satu wadah," jelasnya.

Sementara itu, Angga mewakili Sanggar Seni se-Kecamatan Secanggang Langkat dalam pertemuan itu menyampaikan harapannya, jika Nikson Nababan nantinya terpilih menjadi Gubernur Sumut, jangan pernah melupakan Langkat dalam membenahi infrastruktur jalan, agar sarana penghubung ke daerah itu mulus.

Menyikapi harapan masyarakat, Nikson Nababan berjanji, jika terpilih jadi Gubernur Sumut, akan memulai pembangunan dari desa dan hal itu sudah diterapkannya selama 10 tahun menjadi Bupati Tapanuli Utara.

Bagi Nikson, infrastruktur jalan dan jembatan terutama yang ada di desa sangat penting, karena sehebat apapun ekonomi di desa, jika infrastruktur jalan dan jembatan sebagai kunci utama progres pembangunan, tidak dibenahi, tidak akan mungkin kehidupan masyarakat bisa berkembang.

"Saat saya memimpin Taput, 6.000 hektar lahan tidur berhasil kita hidupkan dan menghasilkan bagi masyarakat desa. Para petani bisa lebih baik dan terkait masalah pupuk, diberikan keringanan ke petani, yakni setelah panen baru dibayar. Itulah salah satu strategi yang kita lakukan memajukan Sumut," ujar Nikson.

Tidak hanya itu, Nikson pun menyebut rumah sakit juga harus didorong dengan faskes yang layak serta memperbanyak BPJS Kesehatan dengan fasilitas pelayanan yang memadai.

"Bidang pendidikan juga tak kalah pentingnya. Sekolah unggulan harus diciptakan, karena peserta didik kita ada yang unggul di formal, ada juga untuk informal," sebutnya seraya menambahkan, saat dirinya jadi Bupati Taput diterapkannya bantuan Rp60 juta per desa untuk pembangunan fisik.

Demikian halnya soal kelautan dan nelayan juga harus dipikirkan nasibnya, sebab kekayaan laut Sumut sangat bagus dan bisa dibuat wisata bahari, layaknya Labuan Bajo atau Raja Ampat di Papua.

"Perlu ditekankan, memilih pemimpin jangan karena uang, karena itu akan ditiru oleh anak cucu kita dikemudian hari. Saya tidak membawa apa-apa ke sini, ini akan jadi utang bagi saya, yang akan saya tunaikan," katanya.(**)

Editor
: Eva Rina Pelawi
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru