Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 26 Maret 2026

Viktor Silaen Desak Pemprov Sumut Bantu Petani Padi Dua Desa di Taput yang Gagal Panen

Firdaus Peranginangin - Senin, 27 Mei 2024 18:31 WIB
444 view
Viktor Silaen Desak Pemprov Sumut Bantu Petani Padi Dua Desa di Taput yang Gagal Panen
(Foto Dok/Firdaus)
Viktor Silaen SE MM.
Medan (harianSIB.com)
Anggota DPRD Sumut Dapil wilayah Tapanuli Viktor Silaen SE MM mendesak Pemprov Sumut Cq Dinas Ketahanan Pangan dan Holtikultura (KPH) Sumut segera membantu petani Desa Hutatoruan I, Kecamatan Tarutung dan Desa Hutauruk Kecamatan Sipoholon, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), yang gagal panen, akibat tanaman padi mereka rusak diterjang hujan disertai angin kencang.


"Petani padi di dua desa di Taput saat ini mengalami kerugian besar, akibat areal pertanian padi mereka diterjang hujan deras disertai angin kencang, sehingga butuh bantuan dari pemerintah, guna mengurangi beban petani," tandas Viktor Silaen kepada wartawan, Senin (26/5/2024) di DPRD Sumut.


Penegasan itu disampaikan Sekretaris Fraksi Partai Golkar ini, menanggapi berita SIB, Minggu (25/5/2024) terkait tanaman padi siap panen di Desa Hutatoruan I, Kecamatan Tarutung dan Desa Hutauruk Kecamatan Sipoholon, Kabupaten Taput, rusak akibat intensitas hujan tinggi disertai angin kencang, beberapa hari melanda daerah itu.


Berdasarkan pengamatan pengaduan masyarakat, tambah Viktor, akibat diterjang angin kencang dan hujan deras, batang padi rontok serta bulirnyaberguguran, sehingga padi rusak secara permanen dan lama kelamaan akan membusuk.


Bahkan ada seorang petani di Desa Hutauruk mengatakan, sedikitnya satu hektar tanaman padi miliknya yang siap panen sudah rusak dan dipastikan panen raya yang ditunggu-tunggu akan gagal dan dengan sendirinya dia rugi besar.


Begitu juga petani sawah lainnya di Desa Hutatoruan I, Boru Lumbantobing, juga mengaku tanaman padinya sudah banyak rusak akibat seringnya hujan dan angin kencang beberapa hari terakhir ini.


"Padahal, tanaman padi kami sudah menguning dan tinggal menunggu hari H untuk panen. Tapi tiba-tiba diterjang bencana hujan disertai angin, sehingga mengalami gagal panen. Kita akui, semua ini karena faktor alam," ungkapnya.


Menanggapi keluhan para petani tersebut, Viktor mendesak Pemprov Sumut Cq Dinas Ketahanan Pangan dan Holtikultura Sumut segera menyalurkan bantuan kepada warga di dua desa dimaksud, guna mengurangi beban penderitaan para petani.


"Pemprov Sumut haruslah segera menyalurkan bantuan pupuk, bibit dan biaya bajak kepada petani yang terkena bencana gagal panen, agar petani bisa melanjutkan bercocok tanam pada musim tanam mendatang, sebab warga saat ini tidak memiliki modal lagi, " tegas Viktor.(**).

Editor
: Eva Rina Pelawi
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru