Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 26 Maret 2026

Ebenejer Sitorus: Pemenang Pilkada Serentak di Sumut Bakal Didominasi Toke dan Saudagar

Firdaus Peranginangin - Senin, 03 Juni 2024 19:03 WIB
347 view
Ebenejer Sitorus: Pemenang Pilkada Serentak di Sumut Bakal Didominasi Toke dan Saudagar
Foto: Dok/Firdaus
Ebenejer Sitorus SE
Medan (SIB News Network|SNN)
Anggota DPRD Sumut Ebenejer Sitorus memprediksi, pemenang Pilkada di Sumut yang akan digelar serentak pada 27 November 2024, dimenangkan orang-orang yang tidak hanya dikenal sebagai tokoh, tapi toke atau saudagar dan pengusaha.

"Kalau hanya sebagai tokoh saja, sulit memenangkan Pilkada bupati/wali kota maupun gubernur di Sumut, tapi harus dibarengi dengan tokoh dan toke yang memiliki isi tas yang banyak. Keduanya harus sejalan," tegas Ebenejer Sitorus kepada wartawan, Senin (3/6/2024), melalui telepon di Medan.

Diakui politisi Partai Hanura ini, saat ini sudah banyak bermunculan calon bupati/wali kota di sejumlah kabupaten/kota di Sumut memajang baliho-baliho di pinggir jalan dan kelihatannya masih didominasi para toke atau saudagar.

Para calon tersebut, tambahnya, masih banyak yang belum dikenal ketokohannya, tapi karena toke atau saudagar yang memiliki isi tas banyak, mereka sudah "dikarbit" menjadi tokoh, sehingga berani mencalonkan diri menjadi pemimpin di daerahnya.

"Kelompok toke ini bukan hanya dikenal tajir, tetapi juga memiliki kharisma yang disenangi masyarakat, sehingga muncul fenomenanya yang selalu unggul jadi kepala daerah, bukan hanya tokoh, tapi toke maupun saudagar," tegas Ebenejer.

Hal itu terjadi menurut Ebenejer, karena berbagai faktor, yakni iklim demokrasi di negara ini akibat masyarakat sudah terbiasa dengan pendekatan yang dibumbui janji dan pemberian uang sebagai "ingot-ingot" sekedar uang transport.

"Kita tidak mengetahui dari mana asal muasal kebiasaan itu, apakah pendidikan politik kepada masyarakat yang masih minim atau sudah terjebak pada istilah tak kenal maka tak sayang. Yang jelas fenomena itu sudah terjadi dan bukan hanya di Pilkada, tetapi juga pemilihan legislatif, banyak calon yang menang dijuluki tokoh dan toke," ujarnya.

Kendati demikian, Ebenejer pun mengakui banyak tokoh yang berjuang membela kebenaran tanpa pamrih, karena mereka berangkat dari nol dan akhirnya terpilih jadi pemimpin.

"Memang masih ada juga orang-orang baik yang dianggap sebagai tokoh yang memenangi Pilkada. Tapi yang saya lihat di lapangan cenderung berbeda, ujung-ujungnya tokoh dan toke kalau mau menang," pungkas anggota dewan Dapil Asahan dan Tanjungbalai ini.(**)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru