Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 28 Maret 2026

Dinilai Sukses Turunkan Stunting, Kota Medan Dijadikan Daerah Percontohan

Desra A Gurusinga - Selasa, 25 Juni 2024 18:01 WIB
603 view
Dinilai Sukses Turunkan Stunting, Kota Medan Dijadikan Daerah Percontohan
(Foto Dok/Humas)
Stunting : Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan Sekretariat Wakil Presiden, Suprayoga Hadi dan Pj Sekda Pemko Medan Topan Obaja Putra Ginting bersama petugas di Posyandu Cendrawasih Jalan Mustofa Gang 7 Kecamatan
Medan (harianSIB.com)
Berhasil turunkan angka penderita stunting, Kota Medan dijadikan sebagai daerah percontohan dalam upaya penanganan stunting. Keberhasilan Pemko yang dipimpin Wali Kota Bobby Nasution dalam menurunkan angka penderita stunting sebanyak 9.6 persen dalam satu tahun.

Hal itu diungkapkan oleh Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan Sekretariat Wakil Presiden, Suprayoga Hadi saat mengunjungi Kota Medan dalam rangka Pemantauan, Pengukuran dan Intervensi Serentak Percepatan Penurunan Stunting di lokasi Posyandu Cendrawasih Jalan Mustofa Gang 7 Kecamatan Medan Timur, Selasa (25/6/2024).

Deputi yang hadir bersama dengan timnya disambut Pj Sekda Kota Medan, Topan Obaja Putra Ginting beserta sejumlah pimpinan perangkat daerah serta Camat Medan Timur.

Dalam kunjungan tersebut Suprayoga mengatakan Pemko Medan memiliki program yang sangat baik dalam menurunkan stunting. Tidak hanya sekedar melakukan survey, namun Pemko telah melakukan sensus, sehingga Kota Medan dinilai sukses dalam menurunkan angka stunting yang saat ini hanya tinggal 208 anak.

"Kami akan belajar lebih banyak dari Kota Medan. Ini juga akan menjadi pembelajaran bagi daerah lainya yang masih berjuang dalam menurunkan stunting yang masih relatif tinggi," ujarnya. Kegiatan yang dilaksanakan hari itu bertujuan untuk mencegah terjadinya stunting baru agar tercapai zero kasus.

Sementara itu Pj Sekda Topan Obaja Putra Ginting mengatakan masalah stunting merupakan masalah nasional. Bahkan Presiden dan Wakil Presiden telah menjadikan penanganan stunting sebagai program prioritas guna memastikan program tersebut berjalan dengan baik.


Sejalan dengan program pemerintah pusat, Topan menuturkan Pemko Medan juga secara konsisten terus berupaya menjalankan program penanganan stunting salah satunya melalui program Bapak Asuh Anak Stunting.

"Program ini kita melibatkan seluruh perangkat daerah dan stakeholder yang ada untuk bersama-sama menjadi bapak asuh bagi anak-anak penderita stunting," jelasnya. Disamping itu, Pemko terus melakukan pemantauan untuk memperkecil angka penderita stunting baik itu melalui posyandu yang setiap bulan diadakan maupun melalui pos-pos gizi yang ada.

Hadirnya Posyandu setiap bulan untuk melakukan pengukuran terhadap Balita di Kota Medan juga dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Salah satu warga, Hanita yang secara rutin membawa anaknya ke Posyandu untuk mengetahui tumbuh kembang anaknya.

"Senang sekali setiap bulan ada Posyandu, jadi kita bisa mengetahui pertumbuhan anak kita sudah sesuai atau belum, karenakan diperiksa seluruhnya apakah itu tingginya, berat badan, lingkar kepala, imunisasi, gizinya dan anak kita juga diberikan makanan tambahan," sebutnya sembari berharap kegiatan ini terus dilakukan untuk mewujudkan anak Indonesia yang sehat. (**)

Editor
: Eva Rina Pelawi
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru