Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 05 Maret 2026

JTP Hutabarat Bawa Investor Dirikan Pabrik Pupuk Organik di Taput

Oki Lenore - Selasa, 25 Juni 2024 20:04 WIB
2.156 view
JTP Hutabarat Bawa Investor Dirikan Pabrik Pupuk Organik di Taput
(Foto: SIB /Oki Lenore)
Data Pupuk Subsidi: Anggota DPRD Sumut AKBP Purn Dr Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat MSi (tengah) di Medan, Selasa (25/6), menunjuk data alokasi pupuk bersubsidi di Taput.
JTP mengatakan, sebenarnya pendirian pabrik pupuk menjadi prioritas tapi selama ini tidak ada yang mendesak pusat untuk memerhatikan sektor tersebut di Taput. Padahal, menurutnya, daerah tersebut rendah sekali distribusi pupuk maka terjadilah hambatan peningkatan produktivitas dan produksi pertanian.


"Itulah kenapa saya tegaskan, bangun pabrik pupuk," tambahnya sambil mengatakan investor harus diberi insentif.


"Eksekusinya tertunda sebab saat ini tahun politik dan dapat menjadi sumber spekulasi. Nanti setelah tahun politik, akan dibangun pabrik pupuk organik. Itu direkomentasikan JTP, ya," tegasnya sambil mengatakan saat musim tanam seperti saat ini, masyarakat khususnya petani, 'menjerit' mencari pupuk tapi tak ada di lapangan. "Nanti, pabrik pupuk yang dibangun rencananya di daerah Sipahutar, dibangun pabrik pupuk organik sebab bahan bakunya berlimpah di Taput," tambahnya.


Ia mengusulkan, perlu penataan dalam distribusi pupuk subsidi. "Yang paling tepat menerima adalah petani dengan lahan terbatas dan benar-benar layak dibantu," tutupnya.


Sesuai data yang ada padanya, JTP Hutabarat mengatakan kebutuhan pupuk petani tiap tahun meningkat tapi berapa alokasi yang didapat. "Pupuk yang didapat, menurun, Itu sejalan dengan hasil produk pertanian, menurun. 'Jalan ke luarnya' adalah impor yang membebani fiskal. Muaranya, nilai rupiah tertekan seperti sekarang," sebutnya.


Menurutnya, pemerintah menaikkan anggaran subsidi pupuk menjadi Rp54 triliun, setara 9,55 juta ton menjelang musim tanam (MT) II tahun 2024. Di Sumut, alokasi pupuk bersubsidi naik 100 persen lebih menjadi 478.298 ton, dari sebelumnya 234.848 ton. Alokasi itu, ujarnya, meningkat dibanding tahun 2023 yang jumlahnya berkisar 363.411,70 ton.

"Tetapi apakah petani dapat menggunakan pupuk seperti alokasi tersebut. Yang beraedar di lapangan justru pupuk oplosan yang merugikan," tegasnya.


Sama halnya alokasi pupuk subsidi di Kabupaten Taput untuk tahun ini menjadi 29.802,948 ton atau bertambah 14.461,658 ton dari alokasi sebelumnya 15.341,236 ton (sama dengan 37,75) dari total kebutuhan pupuk subsidi di Taput sebesar 44.694 ton. "Tetapi, hasil temuan di lapangan, jumlah itu tak kelihatan. Masyarakat bahkan tidak tahu bentuk apa itu pupuk bersubsidi," tambahnya.

Editor
: Eva Rina Pelawi
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru