Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 14 Februari 2026

Kunjungan Dubes Sri Lanka ke Sumut Jajaki Kerja Sama Wisata Religi Buddha

Donna Hutagalung - Rabu, 07 Agustus 2024 18:32 WIB
555 view
Kunjungan Dubes Sri Lanka ke Sumut Jajaki Kerja Sama Wisata Religi Buddha
Foto: Dok/Rilis
KUNJUNGAN: Dubes Sri Lanka untuk Indonesia, Jayanath Siri Kumara Colombage, mengunjungi Provinsi Sumatera Utara, Senin (5/8/2024) hingga 7 Agustus 2024.
Medan (harianSIB.com)
Duta Besar (Dubes) Sri Lanka untuk Indonesia, Jayanath Siri Kumara Colombage, memulai kunjungannya ke Provinsi Sumatera Utara, Senin (5/8/2024), yang berlangsung selama tiga hari hingga 7 Agustus 2024.

Dalam kunjungannya ke Kota Medan, ia didampingi Konsul Kehormatan Sri Lanka untuk Indonesia di Medan, Joefly J. Bahroeny.

Siaran pers yang diterima harianSIB.com, Rabu (7/8/2024), menyebutkan, kunjungan tersebut bertujuan untuk membahas fungsi Konsulat Kehormatan Sri Lanka di Medan dan mempererat hubungan "people to people connection" antara Indonesia dan Sri Lanka dalam bidang bisnis, pariwisata, kebudayaan, dan pendidikan.


KUNJUNGI: Dubes Sri Lanka untuk Indonesia, Jayanath Siri Kumara Colombage, mengunjungi sejumlah tempat dalam kunjungannya ke Provinsi Sumatera Utara, Senin (5/8/2024) hingga 7 Agustus 2024.
(Foto: Dok/Rilis)

Dubes Jayanath, yang didampingi Madam Srima Colombage, mengunjungi beberapa vihara umat Buddha di Medan, termasuk Vihara Maitreya di Jalan Cemara, yang diklaim sebagai vihara Buddha terbesar di Indonesia, Vihara Borobudur di Jalan Imam Bonjol, serta objek wisata Istana Maimun dan Kuil Hindu Shri Mariamman di kawasan Little India.


Jayanath juga mengunjungi Danau Toba di Parapat, Kabupaten Simalungun.

Dalam keterangannya kepada wartawan, ia mengatakan, hubungan bilateral antara Indonesia dan Sri Lanka, yang telah berlangsung lebih dari 70 tahun, perlu diperkuat kembali setelah sempat terputus, terutama karena krisis ekonomi yang dialami Sri Lanka pada tahun 2022 akibat pandemi Covid-19.

"Namun, sekarang kami berusaha menjalin kembali hubungan yang sempat terputus tersebut," ujar Jayanath.

Hubungan Sri Lanka dan Indonesia umumnya didominasi oleh aktivitas di Pulau Jawa, khususnya di sektor perdagangan seperti logistik, bahan kimia, plastik, dan fasilitas produksi kelapa.

"Pada 2025 nanti, akan ada perjanjian kerja sama antara Sri Lanka dan Indonesia sehingga kemungkinan ekspansi bisnis bisa dikembangkan lebih lanjut, terutama di Pulau Sumatera," ujarnya.

Jayanath juga menyatakan minatnya untuk menjajaki kerja sama di bidang wisata religi dengan Indonesia, mengingat populasi umat Buddha yang besar di Sri Lanka, mencapai 72 persen.

"Kita bisa saling mengunjungi. Umat Buddha Sri Lanka bisa menyaksikan Candi Borobudur di Indonesia yang merupakan candi Buddha terbesar di dunia," katanya.

Keberadaan Candi Borobudur, menurut Jayanath, menunjukkan kerukunan dan toleransi umat beragama di Indonesia yang sangat mengagumkan. Ia kagum bahwa umat muslim ikut menjaga dan melestarikan Candi Borobudur yang merupakan candi Buddha tertua di dunia.


Keinginan untuk menjajaki kerja sama wisata religi juga disampaikan Dubes Sri Lanka saat bertemu dengan pengurus Yayasan Vihara Borobudur, termasuk Ketua Lindawaty Roesli, Sekretaris Untarya, dan Pengawas Andianto. Jayanath menekankan, Sri Lanka saat ini fokus meningkatkan investasi bagi kedua belah pihak, perdagangan, serta wisata religi Buddha.

"Indonesia sangat terhubung dengan Sri Lanka melalui ajaran Buddha, seperti Candi Borobudur dan Muara Jambi, sehingga Indonesia dan Sri Lanka harus menghubungkan kembali sejarah itu dan belajar satu sama lain," sebutnya.

Pihak Yayasan Vihara Borobudur menyambut baik rencana kerja sama di bidang wisata religi tersebut dan menjanjikan untuk membahas kelanjutannya. (*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru