Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 25 September 2026

Salmon Sumihar Sagala Serukan Para Pendukung Paslon Pilkada di Sumut Hindari Kampanye Hitam dan Saling Hujat

Firdaus Peranginangin - Sabtu, 31 Agustus 2024 19:14 WIB
1.014 view
Salmon Sumihar Sagala Serukan Para Pendukung Paslon Pilkada di Sumut Hindari Kampanye Hitam dan Saling Hujat
Foto SNN/Firdaus P
Edukasi: Anggota Komisi A DPRD Sumut Salmon Sumihar Sagala dalam setiap kesempatan tetap melakukan edukasi kepada masyarakat, agar menghindari kampanye hitam atau saling menghujat dalam Pilkada serentak di Sumut.
Medan (harianSIB.com)
Anggota Komisi A DPRD Sumut Salmon Sumihar Sagala menyerukan kepada para pendukung Paslon Pilkada di Sumut (baik gubernur, bupati dan wali kota) agar menghindari kampanye hitam atau saling menghujat, demi terciptanya situasi kondusif pada pelaksanaan pesta demokrasi pemilihan kepala daerah dimaksud.

"Mari kita menghindari melakukan kampanye hitam, saling menghujat serta melontarkan ujaran kebencian yang berbau Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA). Berkampanye lah secara sehat, mendidik serta mengajak masyarakat menyukseskan Pilkada serentak," ujar Salmon Sumihar Sagala kepada SIB News Network (SNN), Sabtu (31/8/2024) melalui telepon di Medan.

Menurut Salmon, yang paling elegan, jika para pendukung Paslon melakukan kampanye dengan mensosialisasikan visi misi jagoannya masing-masing, tanpa menghujat maupun membuka aib kepribadian Paslon lain, agar Sumut tidak tercela dalam pelaksanaan pesta demokrasi tersebut.

"Ajaklah masyarakat melalui kampanye santun, edukatif, dengan menggugah kesadaran politik mereka untuk tidak golput, dan memilih berdasarkan hak-hak politik yang ia yakini, tanpa adanya unsur paksaan maupun tekanan," katanya.

Anggota dewan Dapil Karo, Dairi dan Pakpak Bharat ini juga meminta pihak yang terafiliasi, relawan atau tim sukses Paslon untuk tidak memancing kekeruhan, dengan menyebarkan isu tidak sehat dalam bentuk baliho, selebaran atau pemberitaan di media massa yang tidak terbukti kebenarannya.

Selain itu, tandasnya, jangan melontarkan kampanye hitam dengan menyudutkan atau mendiskreditkan Paslon lawan dengan menggunakan simbol agama serta membenturkan SARA dengan maksud memancing emosi masyarakat.

"Kampanye tidak sehat itu tentu tidak mencerminkan kedewasaan berpolitik, karena Pilkada serentak yang digelar lima tahun sekali ini bertujuan meningkatkan kualitas demokrasi, bukan sebaliknya bertendensi memecah belah persatuan demi tujuan praktis," tandas politisi PDI Perjuangan ini.

Dalam kesempatan ini, Salmon juga mengajak media massa untuk tidak ikut memblow-up isi kampanye yang menjurus kepada perpecahan, demi terciptanya situasi kondusif di masa Pilkada serentak, karena peran media massa sangat besar demi suksesnya pesta demokrasi dimaksud.

"Media massa dan penyelenggara Pilkada, baik KPU, Bawaslu, dan aparat penegak hukum memilik peran yang sangat besar untuk menyukseskan jalannya Pilkada yang kondusif serta tidak melanggar aturan hukum yang sudah ditetapkan sesuai dengan Undang-undang Pilkada," tegas Salmon.(*)

Editor
: Eva Rina Pelawi
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru