Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 25 September 2026

Viktor Silaen: Hancurkan Jaringan Ekonomi Para Pelaku dan Bandar Narkoba Agar Tidak Bisa Lagi Danai Bisnis Ilegal

Firdaus Peranginangin - Kamis, 03 Oktober 2024 17:58 WIB
283 view
Viktor Silaen: Hancurkan Jaringan Ekonomi Para Pelaku dan Bandar Narkoba Agar Tidak Bisa Lagi Danai Bisnis Ilegal
Foto SNN/Firdaus
Viktor Silaen SE MM.
Medan (harianSIB.com)
Anggota DPRD Sumut Viktor Silaen SE MM mendukung komitmen Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto yang akan memiskinkan serta menerapkan hukuman mati bagi bandar narkoba, untuk menghancurkan jaringan ekonomi para pelaku, sehingga tidak bisa lagi mendanai bisnis ilegal tersebut.

"Langkah untuk memiskinkan melalui penyitaan asset bandar narkoba merupakan langkah yang sangat strategis dan hal ini bisa terealisasi, jika seluruh sistem penegakan hukum berjalan baik dan tidak ada intervensi dari pihak yang berusaha melindungi pelaku narkoba," tandas Viktor Silaen kepada SIB News Network (SNN), Kamis (3/10/2024) melalui telepon di Medan.

Diakui politisi Partai Golkar ini, memang memiskinkan bandar narkoba melalui proses penyitaan aset membutuhkan bukti yang kuat dan prosedur hukum yang tepat serta perlu berkoordinasi dengan lembaga lain, seperti Badan Narkotika Nasional (BNN), kejaksaan, dan pengadilan dengan memastikan hukuman yang tepat.

"Dengan memiskinkan bandar narkoba, tentu dapat menghancurkan jaringan finansial mereka, sehingga mempersempit ruang geraknya. Ini juga menjadi sinyal tegas bahwa hukum tidak hanya menghukum tubuh pelaku tetapi juga sumber daya yang mereka kumpulkan secara ilegal," tandas Viktor.

Namun penerapan hukuman mati bagi bandar narkoba, tambah Sekretaris Fraksi Partai Golkar ini, sering dianggap sebagai cara efektif untuk memberikan efek jera yang kuat. Beberapa negara, termasuk Indonesia, menerapkan hukuman mati untuk kasus narkoba dengan harapan bisa mengurangi angka peredaran narkoba.

"Tapi sering kita dihadapkan kepada berbagai pandangan, bahwa hukuman mati tidak selalu menurunkan angka kejahatan narkoba. Ada beberapa kasus, peredaran narkoba di sejumlah negara tetap ada, meskipun ancaman hukuman mati diberlakukan, tapi hanya pelaku yang berada di lapangan hanya eksekutor kecil yang tertangkap, sedangkan otak di balik jaringan narkoba sulit dijangkau," ujarnya.

Berkaitan dengan itu, tambah anggota dewan Dapil Tapanuli ini, penerapan hukuman mati ini harus benar-benar menargetkan aktor utama jaringan narkoba, walaupun akan banyak tantangan dan hambatan, tapi tetap harus dikedepankan integritas dan ketegasan dalam pemberantasan barang haram tersebut.

Viktor juga berharap, program pemiskinan dan ancaman hukuman mati bagi bandar narkoba ini harus dijalankan dalam jangka panjang dan tidak hanya menjadi upaya sementara, sebab langkah ini bisa terealisasi, kalau seluruh sistem penegakan hukum berjalan baik dan tidak ada intervensi dari pihak yang berusaha melindungi pelaku narkoba.

Penegasan itu dinyatakan Viktor Silaen menanggapi berita SIB, Kamis (3/10/2024) terkait pernyataan Kapolda Sumut melalui Diresnarkoba Polda Sumut Kombes Yemi Mandangi didampingi Kabid Humas Kombes Hadi Wahyudi soal komitmennya memberikan efek jera bagi pelaku narkoba dengan menerapkan hukuman mati dan Undang-undang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

"Kita akan miskinkan para bandar narkoba. Tidak ada ruang sedikitpun bagi pelaku narkoba di Sumut," tandasnya.(*)

Editor
: Bantors Sihombing
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru