Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 10 Maret 2026

Kenang 60 Tahun Doa di Taman Hariara, 26-27 Oktober Marga Simangunsong se Indonesia Partangiangan Akbar di Lumban Bulbul Toba

Horas Pasaribu - Rabu, 16 Oktober 2024 08:58 WIB
563 view
Kenang 60 Tahun Doa di Taman Hariara, 26-27 Oktober Marga Simangunsong se Indonesia Partangiangan Akbar di Lumban Bulbul Toba
Foto SIB/ Horas Pasaribu
FOTO BERSAMA: Ketua Umum DPW Parsadaan Pomparan Raja Simangunsong, Anak dohot Boru (PPRSB) Kota Medan Parlaungan Simangunsong beserta pengurus lainnya foto bersama usai rapat, Senin (14/10/2024) di Wisma Mahinna, Medan.
Medan (harianSIB.com)
Parsadaan Pomparan Raja Simangunsong, Anak dohot Boru (PPRSB) se Indonesia menggelar partangiangan akbar lima tahunan, Sabtu dan Minggu (26-27/10/2024) di Lumban Bulbul Kabupaten Toba. Partangiangan ini sebagai ucapan syukur kepada Tuhan, karena keturunan (Pomparan) Simangunsong selama 60 tahun terakhir ini diberi Tuhan banyak berkat. Acara per limatahunan ini juga akan dirangkaikan dengan Munas PPRSB.

Untuk menyongsong partangiangan, DPW PPRSB Kota Medan diketuai Parlaungan Simangunsong ST, IPM, menggelar rapat, Senin (14/10) di Wisma Mahinna Medan.


Parlaungan Simangunsong didampingi Ruben Simangunsong kepada wartawan menceritakan sejarah awal digelarnya partangiangan ini pada 31 Oktober 1964 oleh tokoh-tokoh Simangunsong seperti Ferdinand Simangunsong (alm), Budi Simangunsong di Bona Pasogit Balige. Partangiangan digelar dari 4 marga keturunan Raja Sonakmalela yakni Simangunsong, Marpaung, Napitupulu dan Pardede,. Hanya keturunan marga Simangunsong yang terbelakang , tidak ada yang maju maupun berpangkat. Walaupun ada uang maju atau berpangkat, umurnya tidak panjang.

Para tokoh Simangunsong Bona Pasogit membahas permasalahan perkembangan marganya, akhirnya disepakatilah menggelar partangiangan (doa bersama) di Lumban Bulbul, doa pengampunan dosa, doa agar Tuhan mencurahkan berkat agar keturunan Simangunsong sukses di segala bidang. Doa tersebut ditandai dengan penanaman pohon hariara di Lumban Bulbul, kampung halaman marga Simangunsong.

"Pohon tersebut sebagai tanda, agar dikenang para generasi penerus Simangunsong, bahwa di tempat itulah, para tua- tua Simangunsong berdoa dengan khusyuk, tulus dan penuh pengharapan dan doa itu dikabulkan Tuhan," ungkap Parlaungan.

Beberapa tahun kemudian, seiring bertumbuhnya pohon hariara, berkembang jugalah kehidupan marga Simangunsong. Satu persatu putra-putrinya berhasil diprofesi masing- masing.

"Bahkan Lumban Bulbul sekarang menjadi objek wisata terkenal di Balige. Semua orang dari berbagai penjuru Sumut ramai-ramai berwisata di pasir putih Lumban Bulbul. Tidak ada menyangka kawasan itu menjadi terkenal berkat kuasa doa," tutur Parlaungan.

Pohon hariara tersebut sudah dibangun menjadi taman indah yang bisa tempat santai dan berwisata. Para generasi muda Simangunsong akan mengingat tempat tersebut sangat bersejarah.

Hadir dalam rapat tersebut Sekretaris PPRSB Medan Mangasi Simangunsong, Bendahara St Binsar Tampubolon, RW Simangunsong, Rahidun Simangunsong, Benhard, Simangunsong, Manihar Simangunsong, K Simanhunsong, Hokkop Simangunsong, Maslen Simangunsong, Antonius Simangunsong, Juanto, Bambang Simangunsong, Richard Simangunsong, St Ardin Simangunsong dan Ruben Simangunsong.(**)

Editor
: Eva Rina Pelawi
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru