Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 17 Februari 2026

Suaminya Tewas Dibantai Komplotan Geng Motor dan Preman di Selambo, Istri Tak Kuasa Tahan Kesedihan

Roy Surya D Damanik - Selasa, 22 Oktober 2024 22:24 WIB
1.054 view
Suaminya Tewas Dibantai Komplotan Geng Motor dan Preman di Selambo, Istri Tak Kuasa Tahan Kesedihan
Foto: SNN/Surya
Eva Madayanti tak kuasa menahan tangis atas kepergian suaminya Bungaran Samosir, di rumah duka Jalan Betet Perumnas Mandala, Selasa (22/10/2024).
Deliserdang (harianSIB.com)
Eva Madayanti (52), istri Bungaran Samosir (51) korban pembantaian komplotan geng motor dan preman suruhan mafia tanah, Selasa (22/10/2024) dini hari, tak kuasa menahan kesedihan dengan kepergian suaminya yang sangat tragis.

Pantauan di rumah duka di Jalan Betet, Perumnas Mandala, Selasa malam, tampak istri korban menangis histeris melihat tubuh suaminya terbujur kaku di depannya. Sesekali ibu yang memiliki anak laki-laki satu-satunya itu memegangi wajah suaminya.

"Tolong pak polisi. Saya berharap agar dituntaskan kejadian ini, karena saya tidak bisa menerima suami saya seperti ini. Hukumlah pelakunya seberat-beratnya sesuai apa yang diperbuat mereka kepada suami saya," ucap Eva sambil terisak di hadapan jenazah suaminya.

Sementara itu, seorang keluarga korban, Devi Permatasari br Nababan mengatakan, almarhum akan dimakamkan besok, Rabu (23/10/2024) siang.

"Korban akan dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Kristen Bulan Suari Desa Amplas," katanya.

Diberitakan sebelumnya, seratusan anggota geng motor dan preman bayaran diduga suruhan mafia tanah menyerang warga di Jalan Selambo Raya, Desa Amplas, Kecamatan Percut Seit Tuan, Deliserdang, dengan menggunakan senjata api (senpi), berbagai jenis senjata tajam dan mercon, Selasa (22/10/2024), sekira pukul 02.00 WIB.

Akibat penyerangan membabi buta itu, Bungaran Samosir (51) tewas di tempat dengan kondisi mengenaskan akibat dibacok pelaku. Selain Bungaran, Adam Djhorgi (27) juga tewas di tempat akibat ditembak diduga menggunakan senpi.(*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru