Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 11 Maret 2026

Parlindungan Sinaga Siap Dipecat Bila Bersalah

Horas Pasaribu - Senin, 28 Oktober 2024 23:04 WIB
277 view
Parlindungan Sinaga Siap Dipecat Bila Bersalah
Parlindungan Sinaga

Medan (harianSIB.com)
Wakil Ketua DPC PDIP Medan, Parlindungan Sinaga yang memimpin aksi unjuk rasa pada Rakercabsus DPC PDIP Medan, Sabtu (26/10/2024) di Tiara Convention Center menyatakan siap dipecat partai kalau dia bersalah. Tapi menurut Parlindungan Sinaga, dirinya tidak salah, dia hanya ingin DPP menegakkan aturan dan peraturan partai.

Dia bersama puluhan kader lainnya menyampaikan orasi memprotes kebijakan DPP partai yang menetapkan bukan kader tulen jadi Ketua DPRD Medan. DPP PDI Perjuangan diminta supaya menegakkan Surat DPP Nomor 6581 yang menginstruksikan untuk memprioritaskan ketua, sekretaris dan bendahara sebagai ketua dewan.

"Kami kan tidak masuk ke arena Rakercabsus atau membuat onar, hanya berorasi di luar gedung Tiara. Kenapa kami unjuk rasa saat Rakercabsus? Karena kami tahu di dalam ada hadir pengurus DPP PDIP seperti Yasonna Laoly dan Adian Napitupulu, melalui pengurus DPP kami ingin tuntutan ini disampaikan ke ibu Megawati," kata Parlindungan Sinaga kepada wartawan.

Menurut Parlindungan, sebagai kader militan partai, harus mau mengingatkan partai hal-hal yang tidak sesuai dengan aturan dan peraturan. Karena sebagai kader yang baik mesti berani menegakkan kebenaran, bukan membuat onar.

"Justru ada kader yang membuat malu partai sampai diperiksa tapi tidak pernah mendapat ancaman pecat. Kami tidak membuat onar, hanya mengingatkan bahwa partai pernah mengeluarkan Surat DPP Nomor 6581. Artinya, ada kader tulen yang sudah berkeringat di partai, punya jabatan di DPC, apa salah kami mempertanyakan itu?" ungkapnya.

Menurut Parlindungan, sampai saat ini dia masih kader PDIP dan Wakil Ketua DPC. Kalau hanya karena melakukan aksi di Rakercabsus jadi dipecat dia legowo. " Kalau saya dipecat tidak apa-apa, karena menyuarakan kebenaran, bukan buat onar. Tapi hendaknya yang menyatakan saya dipecat seharusnya Ketua Umum DPP ibu Megawati Soekarnoputri," tegasnya.

Sebelumnya, Bendahara DPC PDIP Medan Boydo HK Panjaitan mengatakan, kekisruhan yang terjadi di Rakercabsus PDIP Kota Medan ternyata tidak dianggap angin lalu. PDIP Kota Medan telah melaporkan ke DPP PDIP karena menilai kekisruhan itu merusak konsentrasi PDIP dalam pemenangan Pilkada serentak 2024 di Sumut, khususnya Kota Medan.


"Kekisruhan ini telah kita laporkan ke DPP PDIP karena dianggap merusak konsentrasi dalam pemenangan Pilkada serentak di Sumut khususnya Kota Medan," kata Koordinator Rakercabsus PDIP Kota Medan Boydo Panjaitan di Medan, Senin (28/10/2024).

Menurut Boydo, PDIP Kota Medan telah mengantongi beberapa nama kader yang diduga dalang penyebab kekisruhan itu. Nama-nama itu sudah dilaporkan ke DPP PDIP sebagai pihak yang berhak memutuskan sanksi apa yang diberikan kepada kader nantinya.

"Soal sanksi, pusat yang menentukan. Bisa saja pemecatan kader," kata mantan anggota DPRD Kota Medan ini.(**)

Editor
: Eva Rina Pelawi
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru