Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 17 Februari 2026
Debat Pilgub Sumut

Bobby-Surya dan Edy-Hasan Sepakat soal Pemekaran Provinsi di Sumut

Redaksi - Kamis, 14 November 2024 12:50 WIB
77 view
Bobby-Surya dan Edy-Hasan Sepakat soal Pemekaran Provinsi di Sumut
Foto: SIB/Desra Gurusinga
Debat ketiga Pilgub Sumut

Bobby Nasution kemudian mengaku jika ada beberapa kabupaten/kota yang ingin dimekarkan saat dirinya berkeliling di Sumut. Namun dia meminta agar isu pemekaran ini jangan hanya sebatas isu politik demi meraih suara di Pilgub Sumut ini.

"Kami memang sudah keliling di beberapa kabupaten/kota di Sumatera Utara. Memang ada beberapa kabupaten/kota yang ingin mekar dari Sumatera Utara, tapi yang dibilang Pak Hasan tadi, mohon maaf, Pak, jangan kita jadikan pemekaran ini jadi isu-isu politik saja Pak, karena kita mau meraih suara, kayak di Nias, Bapak bilang tadi, gara-gara mungkin belum pernah disentuh selama lima tahun yang lalu, biar dapat suara di sana, udahlah, isu mekar di sana biar dapat suara, nggak boleh Pak," jelas Bobby Nasution.

Dia menilai jika masyarakat meminta mekar karena tidak adanya pembangunan di daerah tersebut. Sehingga Bobby menuturkan jika pemekaran dilakukan dengan kesan yang baik, bukan karena tidak dilakukan pembangunan di daerah itu.

"Kalau kami nanti walaupun, kalau memang untuk dimekarkan, kami setuju, tapi provinsi Sumatera Utara harus tetap masuk, jangan mereka mekar, tapi merasa karena Provinsi Sumatera Utara tidak pernah membangun dan mereka minta mekar. Kalau mereka mau mekar, boleh, tapi dengan kesan yang baik. Sudah dibangun Provinsi Sumatera Utara, sudah ada bekas pembangunannya, sudah ada monumen yang dibangun di sana, mekar silakan. Tapi jangan mekar karena tidak diperhatikan. Itu nggak baik," tuturnya.

Usai debat, Edy pun berkomentar soal isu pemekaran itu. Edy mengatakan berdasarkan pengalaman dia selama 5 tahun menjadi Gubsu, kondisi anggaran memang sangat berat untuk mengejar kesejahteraan rakyat.

"Untuk mendorong pemekaran, ini harus dikaji secara utuh, secara komprehensif, tetapi yang pastinya 5 tahun saya menjabat saya melihat dengan kondisi anggaran yang masih sangat sekali berat untuk mengejar kesejahteraan rakyat ini sangat sulit untuk 33 kabupaten/kota dirangkum menjadi 1 provinsi," kata Edy Rahmayadi. (*)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru