Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 27 September 2026

Komisi E DPRD SU Langsung "Sidak" dan Tegur Manajemen RS Mitra Sejati Medan

Firdaus Peranginangin - Minggu, 15 Desember 2024 10:00 WIB
64 view
Komisi E DPRD SU Langsung "Sidak" dan Tegur Manajemen RS Mitra Sejati Medan
Foto SNN/Staf Komisi E
Sidak: Rombongan Komisi E DPRD Sumut yang dipimpin Ketuanya HM Subandi didampingi anggota Komisi E Rahmansyah Sibarani, Luhut Simanjuntak, Dewi Fitriana, Pantur Banjarnahor dan Fajri Akbar, Sabtu (14/12/2024) melakukan Sidak ke RS Mitra Sejati Medan
Medan (harianSIB.com)
Komisi E DPRD Sumut langsung gerak cepat melakukan Sidak" (inspeksi mendadak) ke Rumah Sakit (RS) Mitra Sejati Medan, guna menindaklanjuti pengaduan masyarakat terkait adanya dugaan malpraktik terhadap pasien yang menderita sakit usus buntu serta adanya dugaan bisnis peti mati serta pemakaian mobil ambulan.

Sidak tersebut dipimpin Ketua Komisi E DPRD Sumut HM Subandi didampingi anggota Komisi E Rahmansyah Sibarani, Luhut Simanjuntak, Dewi Fitriana, Pantur Banjarnahor dan Fajri Akbar, Sabtu (14/12/2024).

Menurut keterangan Subandi, Rahmansyah Sibarani dan Luhut Simanjuntak kepada wartawan, saat tiba di rumah sakit tersebut, rombongan dewan langsung menuju ruang direksi dan melontarkan berbagai pertanyaan dan pengaduan masyarakat yang diterima lembaga legislatif.

"Mana Pak Direktur, kami mau bertemu untuk menyampaikan keluhan masyarakat terkait pelayanan RS ini. Kedatangan kami kesini resmi dan bukan untuk main-main, jadi mohon hadirkan direktur untuk membicarakan masalah tudingan malpraktik yang menimpa salah seorang masyarakat Satia Simanjuntak yang menderita usus buntu," tandas Subandi.

Ditambahkan Subandi, rombongan Komisi E sempat kecewa atas pelayanan dan sikap pihak RS terhadap Sidak pertama yang dilakukan dewan, Jumat (13/12/2024) yang tidak bisa menghadirkan direktur dan manajemen RS sakit untuk berdialog dengan dewan.

Dalam Sidak kali ini, tambah Luhut, rombongan Komisi E melihat sejumlah ruangan di RS tersebut dan berdialog dengan para pasien serta banyaknya pengaduan terkait adanya dugaan praktik bisnis di rumah sakit tersebut.

Anggota dewan lainnya Rahmansyah Sibarani juga sangat miris mendengar pengaduan keluarga pasien yang saat itu mau membawa jenazah orang tuanya ke Kota Tebingtinggi dengan membayar sewa mobil ambulance rumah sakit sebesar Rp1,3 juta.

"Biaya Rp1,3 juta itu belum termasuk minyak ambulance, biaya tol. Kami berharap bapak anggota dewan menyampaikan keluhan kami ini ke pihak RS," ujar keluarga pasien Wahyuni sambil menangis dihadapan Rahmansyah Sibarani dan spontan politisi Partai NasDem tersebut memberikan sekedar tali asih untuk mengurangi beban keluarga pasien.

Luhut Simanjuntak juga menyampaikan kekecewaannya atas pelayanan RS terhadap pasien, serta kurang tanggapnya atas kehadiran anggota legislatif untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat.

Panggil Direktur

Setelah rombongan Komisi E meninjau sejumlah ruangan, kamar jenazah dan mewawancarai pasien dan keluarganya, Subandi secara tegas mengaku kecewa terhadap pelayanan RS tersebut, sehingga telah menjadwalkan pemanggilan Direktur dan manajemen RS Mitra Sejati dalam rapat dengar pendapat di lembaga legislatif, karena dianggap juga tidak proaktif menanggapi kehadiran dewan.

"Minggu depan Komisi E DPRD Sumut sudah mengagendakan pemanggilan Direktur dan manajemen RSU Mitra Sejati beserta Dinas Kesehatan, BPJS Kesehatan dan Tenaga Kerja hingga Jasa Raharja dalam rapat dengar pendapat di gedung dewan, guna menjelaskan secara terperinci terkait pengaduan masyarakat tersebut," tandas Subandi.

Telah Ditindaklanjuti

Menanggapi pertanyaan rombongan Komisi E, Wakil Direktur Pelayanan RS Mitra Sejati dr Joni Sastra Manurung bersama sejumlah staf manajemen mengaku sudah menindaklanjuti semua keluhan yang disampaikan pasien dan tidak benar terjadi malpraktik terhadap pasien yang mengalami masalah kesehatan usus buntu.

Menurutnya, semua penanganan medis terhadap pasien telah sesuai prosedur dan tidak pernah ada praktik bisnis jual beli peti mati maupun sewa ambulan secara paksa dan pihak RS hanya menawarkan terhadap keluarga pasien, bukan atas paksaan.

"Kita juga telah menanggapi aspirasi yang dikeluhkan masyarakat melalui bapak-bapak wakil rakyat serta kita juga telah membicarakan bersama manajemen atas kunjungan dewan, sehingga menghadirkan utusan direktur melalui kami wakil direktur," katanya.(*)

Editor
: Eva Rina Pelawi
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru