Hadiri Pameran KRIYANUSA, Rismawaty Sitorus Dorong Produk Tapteng Berdaya Saing Global
Jakarta(harianSIB.com)Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Rismawaty Sitorus, menghadiri
Penolakan tersebut disampaikan perwakilan dari 8 nagori tersebut dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi B DPRD Sumut dan pihak manajemen perkebunan PT Sipef yang dipimpin Ketua Komisi B Sorta E Siahaan dihadiri anggota Komisi B Manaek Hutasoit SE, Aripay Tambunan, Gusmiyadi, Robi Agusman Harahap dan RA Rangkuti, Kamis (9/1/2025) di DPRD Sumut.
Menurut warga, penolakan itu mereka sampaikan disebabkan, perusahaan perkebunan tersebut minim sosialisasi terkait hak dan kewajiban kepada masyarakat serta tidak ada perubahan patok batas wilayah yang mencerminkan perubahan luas perkebunan, untuk pengembangan 8 nagori dan kecamatan, meskipun HGU telah diperpanjang hingga tiga kali.
"Perusahaan juga kurang membangun fasilitas umum, seperti lapangan bola, gedung sekolah dan infrastruktur lain yang dapat mendukung kesejahteraan masyarakat serta belum direalisasikannya CSR (Corporate Social Responsibility) yang seharusnya menjadi kewajiban perusahaan bagi masyarakat sekitar," tandasnya.
Namun perwakilan PT Sipef Suhardi mengatakan, pihaknya selama ini sudah memenuhi hak dan kewajiban kepada masyarakat sesuai perundang-undangan, termasuk membangun fasilitas umum, seperti gedung TK dan MIN, bermitra dengan koperasi plasma, serta menggelontorkan CSR sejak 2016 sampai 2024 yang jumlahnya mencapai Rp2 miliar lebih.
Namun penjelasan Suhardi dibantah keras oleh warga dari 8 nagori, bahwa apa yang disampaikan pihak perusahaan, bukan kepada masyarakat 8 nagori.
Pernyataan warga dikuatkan lagi oleh Camat Gunung Malela, bahwa selama tiga tahun dirinya menjadi camat, belum pernah terdengar 8 nagori mendapat dana CSR dari perusahaan, sehingga rapat menjadi alot, karena terjadi saling membantah.
Mendengar hal itu, anggota Komisi B Gusmiyadi mengusulkan kepada perusahaan agar mengakomodir aspirasi warga sekaligus memenuhi hak dan kewajibannya sesuai dengan aturan yang berlaku.
Mendengar usulan itu, pihak perusahaan masih mempelajari apa saja hal yang bisa mereka lakukan terhadap warga 8 nagori, termasuk mengalihkan kemitraan plasma dengan warga.
Gusmiyadi dan Aripay Tambunan juga mengingatkan pihak perusahaan, jika ingin HGU perusahaan diperpanjang, sebaiknya dikeluarkan beberapa hektare lahan PT Sipef untuk kepentingan pengembangan 8 nagori dan kecamatan di Simalungun.(*)
Jakarta(harianSIB.com)Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Rismawaty Sitorus, menghadiri
Pematangsiantar(harianSIB.com)Polsek Siantar Selatan bergerak cepat menindaklanjuti video viral dugaan bullying terhadap siswi SMP Negeri 12
Pematangsiantar(harianSIB.com)Sat Reskrim Polres Pematangsiantar mengamankan dua pelaku pencurian dengan pemberatan (curat) di Stadion Sangn
Kutacane(harianSIB.com)Banjir kembali melanda Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh, setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah terseb
Banten(harianSIB.com)Rumah Doa Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Rajeg, Kabupaten Tangerang, Banten, yang sempat digeruduk warga, ki
Jakarta(harianSIB.com)Kepengurusan Forum Senior Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (FS GMKI) Medan seJabodetabek secara resmi berganti. Ne
Medan(harianSIB.com)Bazar kuliner gang viral di Jakarta kini ada di Medan, tepatnya di Outdoor Lobby Utama Ground Floor (GF), Cambri
Rantauprapat(harianSIB.com)Kodim 0209/Labuhanbatu menggelar Turnamen Domino Orado Piala Panglima TNI di Joglo Makodim 0209/LB, Jalan Abdul A
Medan(harianSIB.com)Satreskrim Polrestabes Medan menggerebek sebuah tempat spa di kawasan Kecamatan Medan Helvetia yang diduga menjadi lokas
Sergai(harianSIB.com)Polsek Dolokmasihul, Polres Serdangbedagai (Sergai), bergerak cepat menindaklanjuti informasi dugaan pungutan liar (pun
Rantauprapat(harianSIB.com)Ruas Jalan Sisingamangaraja, Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu, kembali dijadikan anakanak muda sebagai arena
Nias(harianSIB.com)Empat marga keturunan HO, yakni Waruwu, Halawa, Gulo, dan Ndraha, menyatukan persepsi untuk memperkuat pelestarian dan pe