Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 11 Februari 2026

Dipimpin Suhu Che Sien, Warga Tionghoa dan Pengurus Angsapura Gelar Sembahyang Penutup Ceng Beng

Relieve Pasaribu - Rabu, 16 April 2025 10:19 WIB
334 view
Dipimpin Suhu Che Sien, Warga Tionghoa dan Pengurus Angsapura Gelar Sembahyang Penutup Ceng Beng
Foto Dok/Yasora
Pimpin Sembahyang: Suhu Che Sien memimpin ritual penutup sembahyang Ceng Beng yang digelar di Vihara Taman Damai Sejahtera Angsapura Tanjungmorawa, Minggu (13/04/2025).
Medan(harianSIB.com)

Seratusan warga masyarakat Tionghoa mengikuti ritual pembacaan Doa Sutra Buddha untuk penutupan masa Ceng Beng di Vihara Taman Damai Sejahtera (TDS) Tanjungmorawa, Minggu (13/04/2025). Sembahyang penutupan Ceng Beng yang digelar Yayasan Sosial Angsapura (Yasora) Medan itu sekaligus diisi ritual Pelimpahan Jasa kepada leluhur, orang tua dan sanak keluarga.

Ritual penutupan Ceng Beng atau Qing Ming tersebut dipimpin Suhu Che Sien sebagai ketua dan dibantu Suhu Cung Miau, Suhu Teh Miau, Suhu Wie Miau, Suhu Cang Che dan Suhu Min Che.

Sembahyang itu diikuti pengurus dan anggota Angsapura antara lain Wakil Sekretaris Pembina Deddy Iskandar SH MKn, Sekretaris Umum Albert SH MKn, Wakil Sekretaris Dea Nathania SH MKn, Ketua Bidang TDS Djono Ngatimin SH CPS, dr Lolianto, Willy Pranata SE, Tanda Selamat ST MKom.


Selanjutnya Sukir/Ali, Riandy Setiawan SH, Lim Hok Lai ST, Calvin alias Tjiu Keng Bin, Muliadi SE, Suyarta Cokro Ng SE, Lie Meng Khun, Jhoni Susanto, Lubun Seng, Anthony Luis dan Joseline.

Ketua Umum Yayasan Sosial Angsapura (Yasora) Medan Dr Ir Fuad Halimoen MM berhalangan hadir. Dalam sambutannya yang disampaikan Djono Ngatimin selaku Ketua TDS, Fuad Halimoen menjelaskan, ritual penutupan itu merupakan puncak musim Ceng Beng atau ziarah kubur yang telah dilaksanakan masyarakat Tionghoa di seluruh dunia sejak 25 Maret hingga 4 April 2025.

Bakar Rumah-rumahan

Setelah 10 hari pelaksanaan Ceng Beng, maka dilanjutkan ritual penutupan yang biasanya diwarnai ritual membakar rumah-rumahan untuk arwah-arwah yang tidak memiliki tempat tinggal semasa hidupnya (orang miskin).

Editor
: Bantors Sihombing
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru