Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 09 April 2026

Dipimpin Suhu Che Sien, Warga Tionghoa dan Pengurus Angsapura Gelar Sembahyang Penutup Ceng Beng

Relieve Pasaribu - Rabu, 16 April 2025 10:19 WIB
472 view
Dipimpin Suhu Che Sien, Warga Tionghoa dan Pengurus Angsapura Gelar Sembahyang Penutup Ceng Beng
Foto Dok/Yasora
Pimpin Sembahyang: Suhu Che Sien memimpin ritual penutup sembahyang Ceng Beng yang digelar di Vihara Taman Damai Sejahtera Angsapura Tanjungmorawa, Minggu (13/04/2025).
Medan(harianSIB.com)

Seratusan warga masyarakat Tionghoa mengikuti ritual pembacaan Doa Sutra Buddha untuk penutupan masa Ceng Beng di Vihara Taman Damai Sejahtera (TDS) Tanjungmorawa, Minggu (13/04/2025). Sembahyang penutupan Ceng Beng yang digelar Yayasan Sosial Angsapura (Yasora) Medan itu sekaligus diisi ritual Pelimpahan Jasa kepada leluhur, orang tua dan sanak keluarga.

Ritual penutupan Ceng Beng atau Qing Ming tersebut dipimpin Suhu Che Sien sebagai ketua dan dibantu Suhu Cung Miau, Suhu Teh Miau, Suhu Wie Miau, Suhu Cang Che dan Suhu Min Che.

Sembahyang itu diikuti pengurus dan anggota Angsapura antara lain Wakil Sekretaris Pembina Deddy Iskandar SH MKn, Sekretaris Umum Albert SH MKn, Wakil Sekretaris Dea Nathania SH MKn, Ketua Bidang TDS Djono Ngatimin SH CPS, dr Lolianto, Willy Pranata SE, Tanda Selamat ST MKom.


Selanjutnya Sukir/Ali, Riandy Setiawan SH, Lim Hok Lai ST, Calvin alias Tjiu Keng Bin, Muliadi SE, Suyarta Cokro Ng SE, Lie Meng Khun, Jhoni Susanto, Lubun Seng, Anthony Luis dan Joseline.

Ketua Umum Yayasan Sosial Angsapura (Yasora) Medan Dr Ir Fuad Halimoen MM berhalangan hadir. Dalam sambutannya yang disampaikan Djono Ngatimin selaku Ketua TDS, Fuad Halimoen menjelaskan, ritual penutupan itu merupakan puncak musim Ceng Beng atau ziarah kubur yang telah dilaksanakan masyarakat Tionghoa di seluruh dunia sejak 25 Maret hingga 4 April 2025.

Bakar Rumah-rumahan

Setelah 10 hari pelaksanaan Ceng Beng, maka dilanjutkan ritual penutupan yang biasanya diwarnai ritual membakar rumah-rumahan untuk arwah-arwah yang tidak memiliki tempat tinggal semasa hidupnya (orang miskin).


Di samping itu juga dipasang puluhan batang hio dan ratusan lilin. Ada juga makanan persembahan berupa buah-buahan, kue, roti kering, beras, minyak, kecap, gula, garam serta lauk-pauk hingga sayuran vegetarian.

"Makanan tersebut dipersembahkan untuk para leluhur yang menurut kepercayaan akan dibebaskan sementara ke alam dunia (manusia), untuk menerima persembahan dari anak cucunya, selanjutnya akan dikembalikan ke tempat asalnya," ujar Djono Ngatimin.

Djono Ngatimin juga mengemukakan, doa sembahyang penutup Ceng Beng sebagai doa pengantar roh-roh untuk kembali ke alamnya. Sebelumnya kunci gembok pintu tersebut telah dibuka penguasa alam neraka di saat mengawali ziarah kubur, sehingga para leluhur bisa leluasa turun atau datang ke alam dunia manusia," tambahnya.

Ritual penutup Ceng Beng itu, lanjut Djono Ngatimin, sebagai salah satu bentuk kepedulian orang-orang yang masih hidup kepada arwah para leluhurnya. Dengan memberikan sajian berupa makanan dan kebutuhan, diyakini hidup akan selalu sehat dan mendapat rezeki berlimpah.

"Ritual penutup Cheng Beng juga diwarnai persembahan yang dinamakan Pattidana atau yang 'Pelimpahan Jasa' yaitu mempersembahkan kebajikan atau persembahan jasa kepada leluhur. Pelimpahan Jasa itu dapat diartikan sebagai wujud bakti kepada orang tua, para leluhur dan sanak keluarga yang telah meninggal, baik di kehidupan sekarang atau kehidupan sebelumnya," sebut Djono Ngatimin.

"Orang-orang yang meninggal memiliki hubungan karma (Kammabandhu) serta memiliki jasa yang sangat berarti dalam hidup kita. Keberadaan kita saat ini tidak terlepas dari jasa-jasa kebajikan para leluhur, terutama orang tua. Orang tua dikatakan orang yang memberikan pertolongan sejati (Pubbakari) dan memberi pertolongan (Upakara) kepada anak-anaknya," jelas Djono Ngatimin.

Sembahyang Poh Toh

Dia menambahkan Yayasan Sosial Angsapura dijadwalkan akan melaksanakan Ritual Sembahyang Poh Toh yang digelar pada Bulan 7 Lunar atau pada Agustus 2025 mendatang.(**)

Editor
: Bantors Sihombing
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru