Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 17 Februari 2026

Wakil Ketua DPRD Sumut: Harga Beras di Sumut "Melonjak" Naik Sebesar Rp3000/Kg Masyarakat Resah

Firdaus Peranginangin - Kamis, 24 Juli 2025 16:46 WIB
130 view
Wakil Ketua DPRD Sumut: Harga Beras di Sumut "Melonjak" Naik Sebesar Rp3000/Kg Masyarakat Resah
Foto harian SIB.com/Firdaus
H Ihwan Ritonga SE MM.
Medan(harianSIB.com)

Wakil Ketua DPRD Sumut H Ihwan Ritonga SE MM menerima keluhan masyarakat terkait melonjak naiknya harga beras berkisar Rp2000 - Rp3000/Kg di Sumut, sehingga menimbulkan keresahan di tengah-tengah masyarakat, karena secara tiba-tiba terjadi kenaikan harga yang tak terkendali.

"Kita menduga kenaikan harga beras ini ada permainan mafia beras, sehingga kita sudah berkoordinasi dengan Pak Kapolda Sumut Irjen Pol Wisnu Hermawan Februanto dan Satgas Pangan Sumut untuk segera melakukan Sidak ke gudang-gudang beras di Sumut," tandas Ihwan Ritonga kepada wartawan, Kamis (24/7/2025) di DPRD Sumut.

Jika benar nantinya penyebab terjadinya kenaikan harga beras yang tak terkendali ini adanya permainan mafia beras, dengan cara menimbun dan mengoplos beras, tandas politisi Partai Gerindra Sumut ini, harus disikat habis, karena telah menyengsarakan masyarakat.

"Pak Kapolda Sumut bersama Satgas Pangan Sumut segera menggerakkan seluruh jajarannya untuk menyelidiki dan menindak tegas para pelaku yang dengan sengaja menimbun atau mengoplos beras. Kondisi ini sudah sangat meresahkan masyarakat. Harga beras terus naik, dan kita mencurigai ada praktik yang tidak sehat di baliknya," kata Ihwan.

Menurut Ihwan, harga beras yang terus melonjak bukan hanya disebabkan oleh faktor produksi, tetapi juga karena ulah segelintir orang yang diduga sengaja memainkan pasokan untuk mencari keuntungan pribadi. Praktik seperti ini, bentuk kejahatan yang sangat merugikan rakyat, terutama masyarakat kecil.

"Ini bukan sekadar masalah ekonomi biasa. Ini sudah menyangkut hajat hidup orang banyak. Saat rakyat susah, ada pihak yang malah cari untung dengan cara licik. Ini tidak bisa dibiarkan," ujarnya dengan nada tegas.

Editor
: Bantors Sihombing
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru