Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 18 Februari 2026

Viktor Silaen Minta Pelaku Bullying Dipecat dan Kepsek Bertanggungjawab

Firdaus Peranginangin - Kamis, 14 Agustus 2025 13:06 WIB
209 view
Viktor Silaen Minta Pelaku Bullying Dipecat dan Kepsek Bertanggungjawab
Foto harian SIB.com/Firdaus
Viktor Silaen SE MM.
Medan(harianSIB.com)

Anggota DPRD Sumut Daerah Pemilihan (Dapil) Tapanuli, Viktor Silaen SE MM, geram atas aksi brutal sekelompok siswa yang tergabung dalam geng sekolah yang melakukan persekusi serta pengeroyokan terhadap seorang pelajar SMAN 1 Matauli Pandan, Tapteng, Sony Michael.

Viktor Silaen mendesak pihak sekolah segera mengambil tindakan tegas dengan memecat para pelaku sekaligus memproses mereka secara hukum, karena tindakannya tidak dapat ditoleril, melakukan kekerasan dan penganiayaan secara bersama-sama.

"Para pelaku geng sekolah yang terlibat dalam pengeroyokan itu tidak hanya harus dikeluarkan dari sekolah, tetapi juga harus diproses sesuai hukum yang berlaku. Aksi mereka sudah jauh melampaui batas, bahkan lebih parah dari premanisme jalanan, dan sama sekali tidak mencerminkan nilai pendidikan," tegas Viktor Silaen kepada wartawan, Kamis (14/8/2025) di Gedung DPRD Sumut.

Pernyataan keras ini disampaikan Viktor menanggapi pemberitaan SIB pada hari yang sama, yang mengungkap bahwa pada Selasa (12/8/2025) lalu, Sony Michael menjadi korban penganiayaan di lingkungan sekolah oleh sekelompok siswa yang diduga kuat merupakan bagian dari geng sekolah. Peristiwa itu memicu keprihatinan mendalam di tengah masyarakat, khususnya para orang tua siswa.

Menurut Viktor, Kepala Sekolah (Kepsek) dan seluruh guru di SMAN 1 Pandan tidak bisa lepas tangan, karena terkesan ada unsur pembiaran terhadap keberadaan geng sekolah di lingkungan pendidikan, sehingga para pelaku merasa bebas melakukan tindakan kekerasan tanpa takut akan sanksi.

"Sekolah merupakan tempat menimba ilmu, membentuk karakter, dan menanamkan nilai moral. Bukan tempat melahirkan geng atau kelompok yang justru mengedepankan kekerasan. Jika sejak bangku sekolah anak-anak sudah dibiasakan dengan perilaku seperti ini, apa jadinya generasi bangsa di masa depan?" sindir Viktor.


Anggota Komisi D ini juga mengingatkan para pendidik agar tidak menutup mata terhadap potensi kekerasan di lingkungan sekolah. Guru dan pihak manajemen sekolah, harus memiliki kewajiban moral dan hukum untuk melindungi setiap siswa dari ancaman intimidasi maupun penganiayaan.

Dalam kasus ini, Viktor mendesak Kadis Pendidikan (Kadisdik) Sumut, Alexander Sinulingga, untuk segera turun langsung ke SMAN 1 Pandan, melakukan investigasi menyeluruh, dan membersihkan sekolah dari keberadaan geng-geng yang meresahkan.

"Kita minta Kadisdik bersikap tegas. Jangan sampai sekolah menjadi tempat yang menakutkan bagi anak-anak. Dunia pendidikan harus steril dari budaya kekerasan," tandas Viktor sembari mengingatkan Disdik Sumut jangan hanya berkantor di Medan, tapi harus rajin turun ke bawah mengawasi dunia pendidikan.

Insiden ini menjadi alarm keras bagi seluruh sekolah di Sumut untuk memperketat pengawasan, membina mental siswa, serta memperkuat kerja sama dengan orang tua dan aparat penegak hukum demi mencegah lahirnya kembali kasus serupa.

Seperti diberitakan SIB, Kamis (14/8), Sony Michael menjadi korban penganiayaan di lingkungan sekolah oleh sekelompok geng sekolah, sehingga menderita luka parah dan harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.

Menurut orang tua korban, Ericson Maharaja, anaknya mengalami sejumlah luka serius, yakni gigi patah, pembuluh darah di mata kiri pecah, tulang rawan di telinga koyak, serta bengkak di seluruh wajah dan kepala. Peristiwa tragis itu terjadi di lingkungan sekolah saat jam istirahat.(*).

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru