Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 11 Maret 2026

Parsadaan Siraja Nabarat Kota Medan Berangkatkan Pdt Dr Ro Sininta Hutabarat Maju Calon Bishop GKPI

Horas Pasaribu - Rabu, 20 Agustus 2025 23:12 WIB
625 view
Parsadaan Siraja Nabarat Kota Medan Berangkatkan Pdt Dr Ro Sininta Hutabarat Maju Calon Bishop GKPI
(Foto: Dok/PSNB Kota Medan)
Ketua PSNB Kota Medan Marnix Sahata Hutabarat dan istri, foto bersama usai mengolusi calon Bishop GKPI Pdt Dr Ro Sininta Hutabarat, MTh dan istri, Rabu (20/8/2025), di Tiara Convention Center Medan.
Medan (harianSIB.com)
Parsadaan Siraja Nabarat dohot Boruna (PSNB) Kota Medan memberangkatkan putra terbaik mereka Dr Ro Sininta Hutabarat MTh maju menjadi calon Bishop Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI), Rabu (20/8/2025), di Tiara Convention Center, Jalan Tjut Meutiah Medan.

Pemberangkatan dilakukan dengan acara adat Batak, yakni dengan memberi dengke (ikan mas) dan ulos dilakukan Ketua PSNB Kota Medan didampingi Sekretaris Herbin Hutabarat beserta sejumlah pengurus PSNB Kota Medan lainnya. Hadir juga sejumlah pendeta GKPI di antaranya, Bishop GKPI Emeritus Pdt Patut Sipahutar, MTh, Pdt Gunawan Panjaitan, MTh dan lainnya.

Pdt Dr Ro Sininta Hutabarat kepada wartawan mengatakan, Sinode Am Periode GKPI akan dilaksanakan pada Oktober, di Kantor Pusat GKPI Pematangsiantar, dengan agenda memilih Bishop, Sekretaris Jenderal dan Majelis Sinode periode 2025-2030. Pdt Ro Sininta Hutabarat yang pada periode sebelumnya adalah Sekjen GKPI menyatakan, pada Sinode tahun 2025 menyatakan maju jadi calon Bishop.

Dia menyatakan siap membawa GKPI lebih baik ke depan, serta membawa GKPI menjadi gereja lebih terbuka, bersahabat dan berdampak bagi dunia secara nyata di tegah-tengah kehidupan. Prinsifnya, pendeta akan melakukan pelayanan sungguh-sungguh, berfikir global dan bertindak lokal. Tidak sekadar kata-kata tapi ada tindakan dilaksanakan di masa akan datang.

"Jika terpilih nanti, kami akan membuat GKPI menjadi gereja yang kratif sekaligus relevan, berdiiri mandiri, bersih, berpengaruh dengan integritas tinggi. Sehingga pimpinan GKPI dan jemaatnya memiliki sikap hidup mampu mengampuni. Kami juga menjadi pimpinan Sinode yang mau mendengar suara Tuhan dan suara jemaat, dimanapun jemaat berada," terangnya.

Ketua PSNB Kota Medan Marnix Sahata Hutabarat mengatakan, pemberangkatan ini sudah menjadi tradisi marga Hutabarat memberangkatkan putra-putrinya maju jadi pemimpin. Hal seperti ini pernah dilakukan Ketika memberangkatkan dengan doa, Pdt Manjalo Pahala Hutabarat MTh menjadi Ephorus Gereja HKI pada Sinode tahun 2015 dan berhasil terpilih.

Marga Hutabarat mendukung Pdt Dr Ro Sininta Hutabarat menjadi calon Bishop, bukan karena sekadar dia adalah putra Hutabarat. Tapi marga ini sudah melihat rekam jejak yang bagus pada diri Ro Sininta. Dia pernah menjadi Kepala Biro dan GKPI dan jabatan terakhir adalah Sekretaris Jenderal (Sekjen) GKPI periode tahun 2015-2020, ketika itu Bishopnya Pdt Oloan Pasaribu MTh dan sekarang menjadi Majelis Sinode.

Marnix melihat, manajemen kurang tanggap dengan kemajuan GKPI, gereja maju tapi organisasinya lambat, banyak peraturan yang tidak dijalankan. Sehingga dibutuhkan sosok pimpinan GKPI yang bisa memajukan gereja serta memperbaiki manajemennya. Sosok yang bisa memajukan itu, kata Marnix, ada pada diri Pdt Ro Sininta Hutabarat yang sudah memiliki banyak pengalaman di GKPI.

"Kami mengadopsi pendapat Ephorus GKPI Emeritus yakni Pdt Patut Sipahutar MTh dan Pdt Oloan Pasaribu MTh. Pdt Patut Sipahutar mengatakan, kriteria pendeta yang pantas jadi Bishop adalah, mau mendengar suara Tuhan dan jemaat. Sedangkan menurut Pdt Oloan Pasaribu, Bishop harus mampu mensejahterakan para pendeta GKPI. Itu ada pada diri Pdt Ro Sininta dan beliau berkomitmen melakukannya," ungkap Marnix. (*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru