Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 04 Februari 2026

Kerjasama Kampus dan SMK: Purwarupa Alat Angkut Sawit Tanpa Awak Dibangun di Sumut

Piktor M Sinaga - Senin, 22 September 2025 19:53 WIB
706 view
Kerjasama Kampus dan SMK: Purwarupa Alat Angkut Sawit Tanpa Awak Dibangun di Sumut
Foto: harianSIB.com/dok Tim Berdikari PWBI-Polmed
Kunjungan Tim Berdikari PWBI-Polmed ke SMK Putra Jaya Stabat sepakat dan membangun unit purwarupa alat pengangkut sawit tanpa awak dan dikendalikan jarak jauh.

Medan(harianSIB.com)

Tim Peneliti Berdikari Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia (PWBI) bersama Politeknik Negeri Medan (Polmed) bekerja sama dengan SMK Putra Jaya Stabat membangun purwarupa alat pengangkut kelapa sawit tanpa awak atau Unmanned Ground Vehicle (UGV). Inovasi ini diharapkan menjadi solusi efisiensi biaya panen sawit sekaligus membuka peluang produksi domestik oleh industri manufaktur lokal.

Ketua Tim Peneliti, Aldon Sinaga, mengatakan penelitian ini merupakan bagian dari hibah program "Berdikari" dari Kemendikbudristek. Purwarupa UGV didesain bertenaga listrik, dapat beroperasi otomatis maupun dengan kendali jarak jauh.

"Purwarupa ini bukan hanya solusi untuk mengangkut hasil panen, tetapi juga peluang bagi industri lokal berskala kecil agar mampu memproduksinya secara mandiri," ujar Aldon, Senin (22/9/2025).

Baca Juga:
Kesepakatan pembangunan purwarupa berawal dari kunjungan konsorsium tim peneliti PWBI–Polmed ke SMK Putra Jaya Stabat pada Maret 2025. Dalam kerja sama ini, SMK berkontribusi melalui fasilitas bengkel lengkap yang dimiliki, sekaligus memberi kesempatan kepada siswanya untuk terlibat langsung dalam perancangan dan perakitan.

Dosen Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak PWBI, Taufiq, menilai fasilitas SMK Putra Jaya Stabat sebagai salah satu yang terbaik di daerah.

"Mungkin ini SMK dengan peralatan permesinan paling lengkap yang kami kenal hingga saat ini," ungkapnya.

Mitra industri dalam penelitian ini menyebut biaya langsir sawit dari lokasi panen ke pinggir jalan kebun bisa mencapai Rp300–Rp600 per kilogram. Kehadiran UGV diharapkan mampu menekan biaya operasional hingga lebih dari 50 persen.

Hingga kini, penyelesaian purwarupa telah mencapai 85 persen. Sistem penggerak, kendali, dan hidrolik sudah berfungsi, serta sejumlah komponen seperti perangkat lunak kendali, roller crawler, tensioner crawler, dudukan sistem kendali, dan dudukan mesin elektrik berhasil dibuat.

Uji coba perdana purwarupa ditargetkan berlangsung pada Oktober 2025. "Kemampuan menyelesaikan purwarupa ini di bengkel lokal dengan kolaborasi dosen, guru, mahasiswa, dan siswa menunjukkan sumber daya lokal mampu beradaptasi dengan teknologi maju. Kami harap hal ini mendorong keberanian pelaku manufaktur lokal untuk berinovasi di bidang pertanian," pungkas Aldon.(**)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
654 Mahasiswa Politeknik Negeri Medan Ikuti Diklat Bintalfisdis di Rindam I/BB Pematangsiantar
  Direktur Politeknik Negeri Medan Tutup Diklat Bintalfisdis di Rindam I/BB Pematangsiantar
komentar
beritaTerbaru