Bupati Humbahas Panen Kentang Bersama BUMDes Sipalakki Makmur
Humbahas(harianSIB.com)Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas) Dr Oloan Paniaran Nababan melaksanakan panen kentang bersama BUMDes Sipalakki Ma
Medan(harianSIB.com)
Kontraktor siap menggandeng aparat penegak hukum untuk memastikan pengerjaan konstruksi khususnya penanganan banjir Medan tak jadi 'bancakan' mulai dari kejaksaan bahkan hingga KPK. Soalnya, proyek pengerjaan penanganan banjir, terus dikerjakan dan setiap berganti pimpinan dengan program yang baik tapi banjir di ibu kota Sumut justru makin meluas.
Demikian simpulan diskusi yang diikuti pegiat dan pakar konstruksi mengadakan diskusi di Sekretariat Gabungan Pengusaha Kontruksi Nasional Indonesia (Gapeksindo) Sumatera Utara (Sumut) Jalan Sei Mencirim, Kota Medan, Sabtu (25/10). Pertemuan dalam wadah Forum Anak Medan Cinta Kota Medan bertema 'Menakar Penanganan Banjir Kota Medan' itu diprakasai Gapeksindo Sumut dan dimoderatori mantan Ketua Gapeksindo Erikson Lumbantobing dengan pembicara Ir Harmi P Marpaung. Mantan Kadis PU dan Bapeda Kabupaten Tapteng yang kini menjadi profesional konstruksi itu didampingi Eko Marbun yang alumni Fakultas Planologi ITB, mantan Ketua Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Sumut Ir TM Pardede, Ir Darma Sembiring, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Perkumpulan Ahli Keselamatan Konstruksi Indonesia (Pakki) Sumut Ir Goentono dan Blok Gapeksindo Muda Sumut seperti Michael Huber, Bonifasius Lumban Gaol dan lainnya. Kegiatan pun diikuti zoom meeting oleh sejumlah praktisi seperti Awaluddin 'Luddy' Thayab.
Dalam preambulnya, Erikson Tobing mengatakan, diskusi sebagai bagian keprihatinan warga Medan yang kebetulan berlatar belakang kontraktor atas banjir yang semakin hari semakin menyiksa. Ia mencontohkan wilayah kediamannya di bagian selatan Medan yang tak pernah tergenang tapi sekarang sudah 'terendam' dan langganan banjir. "Itulah kenapa disebut 'Forum Anak Medan Cinta Kota Medan' sebab kita di sini cinta dengan daerah kelahirannya, wilayah tumpah darahnya," tegasnya.
Soal penanganan banjir, tiap pimpinan, punya program yang sama dengan muaranya Medan bebas banjir tapi kenapa air yang menggenangi ibu kota Sumut semakin banyak. "Ada pembangunan drainase bahkan kolam retensi, tapi di wilayah pembangunan itu justru banjir makin tinggi," tegasnya. "Kita yang di sini sepakat, setiap pekerjaan yang sifatnya untuk publik dan dananya bersumber dari APBN, APBD atau apalah namanya dari pemerintah, harus transparan dan dikerjakan jujur. Kontraktor pun harus siap bekerja sama dengan aparat hukum. Yang sekarang ini Kajati Dr Harli Siregar sangat konsern pada penanganan korupsi dan membabat koruptor. Kita pun harus siap dengan itu," tegasmya.
Baca Juga:Secara umum nara sumber melihat banjir di Medan merupakan masalah kompleks yang butuh penanganan menyeluruh. "Tidak Sporadis. Mulai dari pembenahan drainase, pengelolaan sungai dan kanal, pembangunan kolam retensi, hingga penyelesaian proyek Bendungan Lau Simeme di Kabupaten Deli Serdang. Tak kalah pentingnya, mereka juga menyoroti rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan," sebut Goentono.
Darma Sembiring menegaskan, pentingnya tata kelola yang baik dalam setiap proyek penanganan banjir. "Selain perencanaan teknis, faktor moral dan hati nurani para pelaksana juga menentukan keberhasilan. Semuanya harus dibenahi dan basisnya adalah punya hati nurani. Kalau tata kelola sudah benar, hasilnya juga akan benar," tegasnya sambil menegaskan forum diskusi seperti ini diharapkan dapat menyatukan pandangan dan melahirkan solusi terbaik bagi penanganan banjir secara menyeluruh dan berkelanjutan. "Kita harap, hasil pertemuan ini bisa menjadi solusi nyata agar Medan tak terus dilanda banjir," tambahnya.
TM Pardede menyoroti persoalan utama banjir Medan yang berasal dari sistem drainase yang sudah tidak mampu menampung debit air hujan. Butuh redesain total. "Drainase kita sudah tidak mampu menampung udara. Harus ada desain ulang secara menyeluruh dan berbasis data," tegasnya sambil mengingatkan agar proyek penanganan banjir tidak dijadikan ajang mencari keuntungan pribadi."Sudahilah bermain proyek dalam penanganan banjir. Kalau pekerjaan konstruksi dilakukan dengan sungguh-sungguh tanpa potongan ke sana-sini, hasilnya pasti maksimal," simpulnya. "Karena apa yang terjadi dalam pekerjaan infrastruktur di Sumut, itu ada 'sandiwara' yang sedang dipertontonkan di sidang pegadilan. Aktornya ya... itu bagian dari pemangku kepentingan," sebutnya.
Goentono menilai, penanganan banjir harus dilakukan secara komprehensif bukan persial, mencakup aspek teknis dan sosial. Ia menekankan pentingnya sinergi lintas dinas, tidak hanya Dinas Pekerjaan Umum, tetapi juga Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup. "Banyak proyek drainase dilakukan di Medan tanpa alat ukur (survey) dan tanpa lantai kerja, sehingga hasil tidak presisi. Diperlukan standar teknis tunggal dan referensi desain yang sama untuk seluruh wilayah Medan. Di hulu, kita perlu memetakan hutan-hutan yang gundul. Kalau curah hujan tinggi sementara sungai tidak mampu menampung air, terjadilah banjir. Jadi, semua pihak harus ikut serta," paparnya.
Erikson Tobing membuka pengalamannya sebagai pekerja konstruksi dan tiga periode memimpin Gapeksindo Sumut. "Kunci utama penyelesaian banjir di Medan adalah kejujuran dan tanggung jawab moral dari seluruh pihak. Tak ada yang sulit kalau dikerjakan dengan hati yang jujur.
Ia menambahkan, berapa banyak desain dan pelaksanaan penanganan banjir, semua tak maksimal. "Mulai dari drainase, kanal, sampai Bendungan Lau Simeme, semua harus punya tujuan yang jelas: mengatasi banjir. Janganlah proyek penanganan banjir hanya sebagai proyek tapi tak punya niat tulus mengatasi banjir dan menjadi 'bancakan'," tegas Erikson Tobing. "Libatkan semua pihak, jangan hanya satu instansi. Kita butuh orang-orang yang kompeten agar desain penanganan banjir di Medan benar-benar tepat," tutupnya.(**)
Humbahas(harianSIB.com)Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas) Dr Oloan Paniaran Nababan melaksanakan panen kentang bersama BUMDes Sipalakki Ma
Batubara(harianSIB.com)Tim penyidik pidana khusus (Pidsus) Kejari Barubara kembali menetapkan dua tersangka dalam kasus dugaan korupsi reali
Gunungsitoli(harianSIB.com)Tim Jaksa Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Gunungsitoli menahan tersangka AS, Konsultan Pengawas/Di
Medan(harianSIB.com)Pemprov Sumut melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sumut terus melakukan berbagai strategi untuk menekan angka pengangg
Medan(harianSIB.com)Polda Sumut beserta seluruh jajaran Polres mengawal keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) selama Bulan Suci Ram
Lubukpakam(harianSIB.com)Polresta Deliserdang bersama jajaran menggelar patroli subuh selama bulan suci Ramadan 1447 H guna menjamin keamana
Belawan(harianSIB.com)Satsamapta Polres Pelabuhan Belawan menggelar patroli gabungan untuk mencegah kejahatan jalanan dan gangguan kamtibmas
Tapanuli Utara(harianSIB.com)BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Cabang Tapanuli Utara (Taput) kembali mengingatkan peserta bahwa dalam pengu
Medan (harianSIB.com)Pemerintah memperkuat stimulus ekonomi Triwulan I tahun 2026 dengan memberikan insentif tarif transportasi kereta api m
Toba (harianSIB)Bupati Toba Effendy Sintong Panangian Napitupulu melantik dan mengambil sumpah/janji 98 Pejabat Administrator, Pejabat Penga
Pematangsiantar (harianSIB.com)Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kota Pematangsiantar turun langsung mengukur ulang lahan dan bangunan eks rumah
Medan (harianSIB.com)Setiap tahun, sekitar 300.000 hingga 400.000 anak di dunia terdiagnosis kanker. Di Indonesia, kondisinya terbilang cuku