Langkat(harianSIB.com)
Anggaran belanja makan, minum, dan daya tahan tubuh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Langkat tahun anggaran 2024 yang mencapai Rp29.037.179.626 atau sekitar Rp29 miliar menuai sorotan masyarakat. Besarnya angka tersebut dinilai tidak mencerminkan empati pemerintah terhadap kondisi ekonomi warga.
Ketua DPD Sumut Gerakan Anti Korupsi Pejuang Rakyat Nasional (Gakorpan), H. Simbolon, di Stabat, Senin (29/10/2025), menilai penggunaan anggaran sebesar itu sangat berlebihan.
"Bupati Langkat tampak tidak memiliki empati kepada rakyat. Bayangkan, uang sebesar Rp29 miliar hanya untuk makan dan minum. Kalau dibagi rata selama 12 bulan, nilainya sekitar Rp2,4 miliar per bulan, atau sekitar Rp93 juta per hari," ujarnya.
Simbolon menambahkan, dengan harga makanan Rp25.000 per porsi, dana tersebut bisa membeli sekitar 3.722 porsi per hari. Bahkan jika dibandingkan dengan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) senilai Rp15.000 per porsi, jumlahnya mencapai lebih dari 6.200 porsi per hari.
Baca Juga:
"Tidak masuk akal. Kalau uang sebanyak itu dialihkan untuk program bergizi, bisa membantu ribuan anak setiap harinya," katanya menegaskan.
Berdasarkan data yang diperoleh Gakorpan, rincian belanja tersebut mencakup: