Wujudkan Sitkamtibmas, Polres Humbahas Gelar Rakor Linsek Ops Ketupat Toba 2026
Humbahas (harianSIB.com)Polres Humbang Hasundutan (Humbahas) menggelar Rapat Koordinasi Lintas Sektor (Rakor Linsek) Operasi Ketupat Toba 20
Medan (harianSIB.com)
Sekber Gerakan Oikumenis untuk Keadilan Ekologis Sumut menggelar konferensi pers di Kantor JPIC, Jalan Mongonsidi Medan Polonia, Senin (17/11/2025). Konferensi digelar untuk menyoroti belum adanya tanggapan dari Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, meski sudah satu minggu berlalu sejak aksi damai yang mendesak penutupan PT Toba Pulp Lestari (TPL).
"Kami menindaklanjuti aksi damai pada 10 November 2025 lalu. Sampai sekarang, kami belum melihat tindakan serius dari Gubernur Sumut Bobby Nasution menanggapi aksi yang dilakukan berbagai daerah, elemen masyarakat dan para rohaniwan," ujar Pastor Walden Sitanggang, OFM.Cap, membuka pertemuan tersebut.
Pastor Walden menegaskan, mereka akan menggelar aksi lanjutan jika dalam satu minggu ke depan tidak ada juga respons dari Gubernur Sumut.
Senada dengan itu, Rocky Pasaribu, Direktur Kelompok Studi dan Pengembangan Prakarsa Masyarakat (KSPPM), kembali mendesak Bobby Nasution agar menepati janji yang telah disampaikan melalui perwakilannya saat aksi demonstrasi berlangsung.
Baca Juga:"Tuntutan kami jelas. Kami meminta Gubernur Sumut, sesuai kapasitas dan kewenangannya, menyampaikan rekomendasi kepada pemerintah pusat agar izin PT TPL dicabut. Namun sampai hari ini, kami belum mendapatkan informasi ataupun konfirmasi dari Gubernur," katanya.
Rocky menegaskan, jika rekomendasi penutupan tidak segera dikeluarkan, aksi lanjutan akan kembali dilakukan. Ia menyebut alasan-alasan kuat di balik tuntutan tersebut.
"Permintaan kami untuk menutup PT TPL sangat jelas. Ini merupakan akumulasi kemarahan dan emosi kami selama puluhan tahun, di mana terjadi kekerasan dengan korban mencapai 500 orang akibat aktivitas perusahaan ini. Ada yang meninggal, luka fisik, dipenjara dan lainnya. Kami khawatir akan semakin banyak masyarakat adat dan mahasiswa mengalami hal serupa jika perusahaan ini terus diberi akses beroperasi," jelasnya.
Rocky menambahkan, wilayah operasi TPL sangat tidak layak dijadikan konsesi.
"Daerahnya berbukit sehingga sangat rentan terhadap bencana ekologis. Hampir setiap tahun, wilayah Toba mengalami bencana parah, sekitar 13 kejadian," ungkapnya.
Ia juga mengingatkan, sebelum perusahaan ini beroperasi, kehidupan petani menggantungkan kesejahteraan pada tanaman seperti kemenyan dan lainnya.
"Sekarang, kemenyan yang menjadi kebanggaan masyarakat hilang. Secara ekonomi sangat merugikan. Banyak warga mengeluhkan adanya perampasan agraria. Perusahaan selalu berlindung pada aspek legal, mengabaikan keberadaan masyarakat yang telah lama tinggal di wilayah itu," katanya.
Ia menegaskan, jika kondisi ini terus dibiarkan, penderitaan masyarakat akan semakin dalam. Karena itu, tuntutan penutupan PT TPL akan terus disuarakan melalui aksi lanjutan.
Hal senada disampaikan Jhontoni Tarihoran, Ketua Harian Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN). Ia meminta Gubernur segera mengeluarkan rekomendasi kepada pemerintah pusat untuk menutup PT TPL.
"Hingga hari ini, belum ada tindakan, bahkan janji-janji sebelumnya pun belum direalisasikan. Dengan berbagai upaya yang sudah dilakukan masyarakat, sangat wajar jika Gubernur segera mengeluarkan rekomendasi tersebut," tegasnya.
Jhontoni juga menyebut warga Sihaporas masih mengalami intimidasi dan ancaman hingga menimbulkan korban baru.
Sementara itu, Lamsiang Sitompul, Ketua Umum Horas Bangso Batak (HBB), mengingatkan janji Gubernur untuk meninjau daerah konflik, bertemu dengan Sekber dan mengeluarkan rekomendasi penutupan PT TPL belum juga dilaksanakan.
Ia juga menyampaikan Komnas HAM saat ini sedang membentuk Tim Pencari Fakta (TPF) untuk mengusut dugaan pelanggaran di wilayah konflik.
"Karena itu, sebaiknya PT TPL diberi garis polisi sehingga operasinya dihentikan sementara. Jika dalam minggu ini tidak ada tanggapan, kami akan melakukan aksi lanjutan," tandasnya.
Usai memberikan keterangan, empat narasumber Pastor Walden Sitanggang, Rocky Pasaribu, Jhontoni Tarihoran dan Lamsiang Sitompul bersama para peserta kembali menyerukan yel-yel: "Tutup TPL!" yang langsung disambut lantang oleh seluruh peserta. (*)
Humbahas (harianSIB.com)Polres Humbang Hasundutan (Humbahas) menggelar Rapat Koordinasi Lintas Sektor (Rakor Linsek) Operasi Ketupat Toba 20
Humbahas(harianSIB.com)Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas) Dr Oloan P Nababan menyerahkan bantuan sosial kepada korban bencana kebakaran ru
Medan(harianSIB.com)Komposisi investor pasar modal di Sumatera Utara saat ini masih didominasi generasi muda. Sekitar 30 persen investor te
Jakarta(harianSIB.com)Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mencatat jumlah pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) Ta
Rantauprapat(harianSIB.com)Tim Satuan Reserse Narkoba Polres Labuhanbatu kembali mengungkap kasus peredaran narkotika di Rantauprapat. Seora
Sergai(harianSIB.com)Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Seibuluh, Kecamatan Seibamban, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai) konsisten
Sibolga(harianSIB.com)Kebakaran terjadi di Jalan Rasak, Kecamatan Sibolga Sambas, Kota Sibolga, Kamis (5/3/2026) menjelang berbuka puasa sek
Binjai(harianSIB.com)Seorang oknum pengacara, M Riko Wijaya, harus duduk di kursi terdakwa dalam sidang dugaan penipuan dan penggelapan di P
Sergai(harianSIB.com)Perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang terus meningkat mulai memicu kekhawatiran di tengah masyarakat, kh
Medan(harianSIB.com)Sejumlah pemuda yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Masyarakat Sumatera Utara (AMPM SU) menggelar aksi demo d
Medan(harianSIB.com)Majelis Pendidikan Kristen Wilayah (MPKW) SumutAceh melakukan audiensi dengan pimpinan Gereja Methodist Indonesia (GMI)
Tapteng(harianSIB.com)Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Tengah (Tapteng) mengimbau masyarakat agar tidak panik terkait ketersediaan bah