Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 11 Maret 2026

Banjir dan Longsor Landa Tapteng, Kadis LHK: Banjir Dipicu Tingginya Curah Hujan

* Tapteng Diterjang Banjir dan Longsor, Kadis LHK: Curah Hujan Ekstrem Jadi Pemicu
Danres Saragih - Rabu, 26 November 2025 12:31 WIB
637 view
Banjir dan Longsor Landa Tapteng, Kadis LHK: Banjir Dipicu Tingginya Curah Hujan
Foto: Dok/warga
BANJIR: Banjir melanda Tapteng dipicu tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah tersebut selama tiga hari berturut-turut, Selasa (25/11/2025).

Medan(harianSIB.com)

Bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Selasa (25/11/2025) dipicu oleh curah hujan ekstrem, yang mengguyur wilayah tersebut selama tiga hari berturut-turut. Hujan ekstrem menyebabkan struktur tanah menjadi labil dan memicu longsor dari kawasan perbukitan, sekaligus membawa material kayu ke permukiman warga.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Sumatera Utara Heri W Marpaung SSTP MAP saat dikonfirmasi SIB, Rabu (26/11/2025) menyampaikan bahwa kayu-kayu yang terbawa arus longsor berasal dari bekas lokasi ilegal logging yang sebelumnya telah ditertibkan.

"Longsor membawa kayu-kayu dari kawasan yang pernah menjadi lokasi ilegal logging. Curah hujan yang sangat tinggi selama tiga hari membuat tanah jenuh air dan akhirnya ambles, mendorong material kayu hingga ke pemukiman warga," ujar Heri melalui sambungan telepon.

Ia menegaskan bahwa kondisi itu menunjukkan pentingnya menjaga kawasan hutan agar tetap lestari, karena kerusakan tutupan lahan sangat memperbesar risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor.

Baca Juga:
"Kalau kawasan hutan sudah rusak, air hujan tidak lagi terserap maksimal. Ketika intensitas hujan tinggi, tanah mudah longsor, dan material bekas tebangan ikut terbawa arus," tambahnya.

Heri mengatakan bahwa pihaknya telah menerjunkan tim untuk meninjau lokasi terdampak sekaligus melakukan inventarisasi kerusakan lingkungan. Koordinasi juga dilakukan dengan pemerintah daerah, BPBD, dan aparat penegak hukum guna memastikan penanganan bencana berjalan cepat dan tepat.

"Penanganan jangka pendek kami fokuskan pada pembersihan material dan identifikasi dampak lingkungan. Namun dalam jangka panjang, rehabilitasi hutan dan penegakan hukum terhadap aktivitas ilegal di kawasan hutan tetap menjadi prioritas," katanya.

Bencana banjir dan longsor di Tapteng sebelumnya mengakibatkan kerusakan rumah warga serta menelan korban jiwa. Masyarakat diimbau tetap waspada mengingat curah hujan diperkirakan masih tinggi dalam beberapa hari ke depan. (*)

Editor
: Robert Banjarnahor
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Ini Identitas 34 Korban gegara Banjir Bandang di Batang Toru
Diterjang Banjir dan Longsor, Jembatan Penghubung Tarutung-Sipirok Ambruk
Korban Tewas Akibat Banjir dan Longsor di Sumut Mencapai 17 Orang, 58 Terluka
Tapanuli Selatan Darurat Bencana: Banjir dan Longsor Tewaskan 8 Orang, Puluhan Luka-Luka
Longsor dan Banjir di Tapteng Tewaskan 4 Orang, 1.952 KK Terdampak
34 Orang Luka-luka Akibat Banjir Bandang di Batang Toru Tapsel
komentar
beritaTerbaru